Picture
Caption: Sendiri Dalam Sunyi Merasakan betapa beruntungnya telingamu saat mendengar alunan musik hutan sunyi. Inilah aku disaat remaja dulu. Teramat suka menantang alam.
Caption: Ditengah sunyinya alam luar, aku berjalan pelan dengan melihat keindahan alami yang dibuat oleh Tuhan. Pahatan indah terpampang jelas sehingga dapat menyejukkan hati dan pikiran.
Ya, itu yang ku lakukan. Berjalan santai di pinggiran hutan. Cukup beranikah aku? Tidak. Aku hanya menelusuri tepiannya saja.
Caption: Terdapatlah bangku kecil yang sudah tersedia dari alam. Untunglah aku membawa dua bungkus roti dan 1 buah apel.
Aku memakannya, melihat sekitar, dan tersenyum miris ditengah acara makanku.
Detik demi detik air mataku telah keluar dari persembunyiannya. Mengganggu acara makanku.
Disitulah aku mengunyah makananku dan menangis. Tahukah kau? Roti coklatku terasa hambar. Tak ada rasa sama sekali.
Beberapa kali aku menyeka air mataku kasar. Aku hanya berharap bisa terus tersenyum saat aku dilanda sakit dalam diri dan jiwa.
Caption: “Lelah memanglah lelah. Dipakai lalu dibuang. Terlihat lucu untukku. Aku hanyalah sebuah mainan,” ujarku setelah menelan makanan dan kembali menangis. Entah apa yang aku tangisi. Hidupku terasa berat.
Aku mengambil handphone dari dalam tas. Terputarlah lagu yang sangat cocok pada suasana hatiku. Bodohnya aku. Tangisku semakin menjadi. Itu sangat sesak untukku.
“Deretan kata demi kata tak mampu mendeskripsikan betapa sedihnya diriku saat ini. Betapa berat beban yang harus ku tanggung sendiri. Bahkan keluarga pun tak ada artinya untukku saat ini. Aku benci diriku.”