Picture
Caption: #UINPhotoStory2019 Maesa Rani Cahyani • 11170510000283 SELAMAT TINGGAL,
RAJA JALANAN
IBU KOTA
Caption: Sempat berjaya setelah kemunculannya pada 1960-an, Metromini kini memasuki masa senja. Tahun 2019 merupakan batas akhir bus bercorak oranye ini di Jakarta. Dia, seperti saudara seperjalanannya, Kopaja, yang sudah tua dan bobrok, tak akan lagi berseliweran di lalu-lintas Ibu Kota. Peraturan daerah 'memaksa' Metromini pensiun karena usia maksimal kendaraan umum di Jakarta adalah 10 tahun. Sementara banyak Metromini yang usianya telah melampaui 20 tahun.
Picture
Caption: Salah satu Metromini S69 yang masih beroperasi melintasi kawasan Blok M, Jakarta Selatan. #UINPhotoStory2019
Picture
Caption: Sejak diterapkannya Pasal 51 Peraturan Daerah DKI Jakarta nomor 5 tahun 2014 tentang Transportasi, Dinas Perhubungan sudah menahan lebih dari 1.600 unit bus sedang karena habis masa uji kir, izin trayek tak diperpanjang, atau usianya sudah tua.
Sebenarnya para pemilik Metromini masih bisa mengambil kembali kendaraan yang disita oleh Dishub, dengan catatan harus mengikuti proses persidangan yang telah ditetapkan. Jika lebih dari 2 minggu, denda sebesar Rp 5000 diberlakukan per-harinya. Akibatnya, banyak dari Metromini yang tersita dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya.
Picture
Caption: Detail Metromini P17 yang terbengkalai bertahun-tahun di kawasan Rawabuaya, Jakarta Barat.
Picture
Caption: Di tengah gelombang baru teknologi digital, yang juga memasuki sektor transportasi, Metromini memang makin tersudut dengan moda armada lain yang lebih segar. Para pengemudinya pun sering mengeluhkan kecilnya pendapatan mereka.
Hal ini juga yang menjadi penyebab ketidaksanggupan sopir untuk menggandeng kernet pada Metromini yang masih memiliki izin beroperasi di Jakarta.
Picture
Caption: Nuri (23) mengadu nasib ke Jakarta sejak berusia 17 tahun sebagai supir Metromini S75. Penghasilan Nuri sejak pukul 6 pagi hingga 12 siang. #MetrominiWarriors
Picture
Caption: Salah satu pejuang Metromini yang masih setia pada pekerjaannya, Zubair (54) mengaku sangat menyayangkan keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait batas operasional terakhir Metromini pada 2019 ini. Meski pendapatan perhari yang didapatkan hanya kisaran 100-150 ribu, Metromini telah banyak memberikan arti kehidupan baginya. Bapak 2 anak itu telah berhasil menafkahi keluarganya selama berpuluh-puluh tahun dari hasil menyopir Metromini. Mau tak mau, ia terpaksa harus segera mencari pekerjaan lain setelah ini.
Picture
Caption: Zubair (54) telah menjadi sopir Metromini selama 20 tahun. Zubair (54), telah menjadi sopir Metromini selama 20 tahun.
Picture
Caption: Penumpang membayar ongkos kepada sopir.
Picture
Caption: Musril (65), berharap masih ada orang-orang yang mau membantu memperjuangkan agar Metromini bisa terus beroperasi.
Picture
Caption: Menunggu penumpang di Terminal Blok M.
Picture
Caption: Kini, pemandangan Metromini di Ibu Kota satu persatu akan hilang. Bagaimanapun, bus oranye biru putih ini pernah menjadi bagian dari warna-warni transportasi di Ibu Kota. Terima kasih Metromini telah mengantar banyak penumpangnya sampai pada tujuan. Selamat Tinggal, Raja Jalanan Ibu Kota. #UINPhotoStory2019
Picture
Caption: Terima Kasih.
Disusun oleh :
Maesa Rani Cahyani
11170510000283
Jurnalistik 5 C #UINPhotoStory2019
#JournalismPhotography
#MetrominiJakarta