Picture of Java
Caption: JAWA Pelesir Manis Tanah
Caption: Saya tengah menikmati seruas batang tebu yang sudah dimemarkan. Air gula yang dikandungnya segera merangsang bagian ujung lidah saya untuk memberikan informasi rasa manis kepada otak. Pada masa kolonial, tanaman ini sempat “naik panggung”—yang diikuti dengan pembangunan tempat pengolahannya. Kini, bangunan dan alat (mesin hingga loko uap yang menggandeng lori pengangkut tanaman) masih menjadi tulang punggung pabrik. Dengan pertalian sejarah yang kuat, pelancong dari Eropa dan Jepang berdatangan. Jejak mereka berhasil menyebarkan “rasa manis".
Picture
Caption: Salah satu koleksi lokomotif antik buatan Jerman 1901 milik Pabrik Gula Gondangwinangoen, Klaten.
Picture
Caption: Seorang buruh memeriksa kesesuaian kristal-kristal gula yang memenuhi standar pabrik di Gondangwinangoen.
Picture
Caption: Wisata Agro Gondangwinangoen menyajikan pesona wisata kereta keliling pabrik.
Picture
Caption: Roda menderu, tabung mengangkang, dan bentangan pipa tua.
Picture
Caption: Petani menggantungkan manisnya tebu untuk menghidupi keluarganya meski jarak perkebunan tebu jauh dari
pabrik gula.
Picture
Caption: Mengepulkan asap hasil pembakaran kayu di tungku, loko tua tertatih menarik lori pengangkut tebu dari ladang ke bagian penggilingan.
•••••
Petugas pabrik di Pangka mengendalikan mesin produksi saat musim panen tiba.
Picture
Caption: Keanggunan interior bekas rumah besaran petinggi Pabrik Gula Gondangwinangoen pada zaman kolonial Belanda. Perpaduan gaya indische khas abad ke-19 dan ornamen art deco ala abad-20 awal.
Picture
Caption: Cerobong asap menjulang di antara kompleks bangunan pabrik yang dibangun pada zaman kolonial Belanda.
Picture
Caption: Oleh Christantiowati
Foto oleh
Budi N.D.D & Hafidz Novalsyah NATIONAL GEOGRAPHIC TRAVELER INDONESIA
Kunjungi kami di
Twitter, Facebook, & Instagram.
#stellerid #stellertravel #sugar #stellerstory #java #wonderfulindonesia #ngtravelerid