CERITA SINGKAT

sastra sederhana lelaki terbelit dengan eloknya cinta

Aku dan kamu, tentang masa lalu kita masing masing yang tak berseteru.

Aku dan kamu, yang keduanya pada akhirnya bertemu karena perpisahan dengan manusia sebelumnya.

Namun haruskah aku dan kamu yang kemudian terpisah karena pertemuan selepas perpisahan?

Teruntuk kamu, yang pasti tau untuk siapa aku mengajakmu untuk membaca pesanku. Aku sedang tidak menjadi aku, namun fisik tubuhku tak berubah dihadapanmu.

Melebihi kondisi dimana aku sedang tidak berada dalam kondisi sederhanaku. Jangankan sederhana, cukup baik pun tidak. mungkin begini dampak sederhana quarter half lifeku.

Mengharapkan terlebihnya banyak kehadiranmu, yang nyatanya menyakiti setiap detik lantunan pikiranku.

Kamu cantik, bukan dengan parasmu, namun kepribadianmu. namun tak semudah itu aku memperbaiki dan membantumu. Banyak waktu yang habis kara harus ku nikmati sedikit banyak waktu dan hati yang teriris.

Namun rasanya waktu tak sempat menegurmu, jika keterlambatan sudah menjadi sahabat dekatmu, semenjak bersamaku.

Mungkin ini karmaku, menyakiti beberapa wanita terdahulu karena ketidakpekaanku, namun aku yakin tidak seburuk ini seharusnya aku diperlakukanmu.

Memilihmu dengan penuh perhitungan masa depanku, tidak bercanda sesuai tujuanku, dan tidak berbohong untuk setiap harapan baruku.

Mencintai kehadiranmu, yang kini berubah ternyata dirimu semu, bukan kehadiran didepanku.

Aku salah, karena terlalu mengharapkanmu. dan Aku kalah, karena aku terlelap didalam resah.

Aku tau sebegitu menyakitkannya perkataanku menusuk dan menilik setiap jengkal hati dan telingamu. Tapi aku hanya tau, "santai aja" merupakan lifestyle manusia cuek sewanita kamu.

Kita sama sama tersakiti, aku yang sakit karena keterlambatanmu menghargai waktu yang tersedia dariku, bagimu. dan Kamu yang sakit karena secercah bertabur banyak kalimatku yang menusuk.

aku rindu, karena tak tersedia banyak waktu untuk bertemu, aku rindu, karena tak banyak waktu kamu memperhatikan aku, aku rindu, karena tak banyak kamu sadari seberapa berharga waktu.

semua sudah terjadi, penyesalan hanya akan menjadi teman menyambut mentari pagi. seandainya kamu tau, alasan aku pulang adalah kamu, yang membuat aku merasa sangat sendiri disini.

seandainya kamu sadar, aku terlalu perduli hingga aku ingin menetap disini, sebelum aku putuskan untuk pulang kembali.

dan Seandainya kamu tau, tak ada hal apapun yang bisa kamu gantikan untuk setiap jarum yang berorientasi pada angka, ketika kapanpun kamu mau, untuk menemui diriku.

Bukan karena aku ingin meninggalkanmu dalam arti yang sesungguhnya, aku hanya sedih, kenapa kamu telat menyadarinya, untuk kamu yang begitu aku utamakan terlebih segala galanya.

Aku tidak ingin menyakitimu, karenanya aku ingin meninggalkan sejenak kota ini. aku tidak ingin mengganggu karir dan tujuan hidupmu, karenanya segera aku mencintai tempat tinggal asalku.

aku berharap, lambat atau cepatnya kamu tersentuh bukan karena waktu, namun karena tulisanku malam ini, dan teruntuk dirimu sendiri, aku mencintaimu, dan akan selalu begitu.

izinkan aku menjadikanmu pasangan yang sangat aku ingin-inginkan, dan aku izinkan kamu untuk menjadikan aku pasangan yang kamu damba-dambakan.

Desynura, baca perlahan.

Jangan pernah lupa, sehebat apa kamu menemaniku hingga aku mampu mengenakan topi dikepalaku.

Jangan pernah lupa, sehebat apa kamu, hingga aku kembali dekat dengan agamaku karena hadirmu.

Jangan pernah lupa, betapa hebatnya kamu membuatku harus selalu membawa kamu, kemanapun aku menuju.

loveable

dan jangan pernah lupa, aku akan selalu menjadi pengagum terlihatmu, yang akan selalu menyayangimu, semenjengkelkan apapun kamu dan aku.

i'll never gone and never had a finish line for loving you. geansatra, Bandung. #steller #stellerid #stellerstories

Share This Story

    Autoplay:

    get the app