Kamulah Aku

Perbincangan di Ruangan Kubus #1

Kala itu dengan sedikit perdebatan kita temukan sepakat. Kamu mengatakan iya, disaat dada ini penuh dengan harapan. Menunggu waktu sekitar.... . . .

Tahunan.....

Harapan, Penantian, Memadukan rasa yang selama ini aku titipkan pada Tuhan..

Kala itu... Diruang berbentuk kubus, Aku, Kamu, dan kedua orang tuaku.. Berbincang dalam hati, seperti saling berinteraksi tapi tidak ada kata yang terucap..

Lalu, kamu memecahkan keheningan..

Seperti ini ceritanya...

"Bu, Pak, seperti janji saya ke anak bapak dan ibu, setelah menyelesaikan pendidikan saya, saya akan menyampaikan maksud saya selama ini mendekati anak ibu dan bapak" Katanya dengan tanpa keraguan

"Saya memiliki rencana untuk mengajak anak ibu dan bapak hidup bersama saya" Katanya yakin "Tidak banyak yang saya miliki, tapi tidak pula hanya cinta yang akan saya berikan, saya harap bapak dan ibu mengizinkan"

"Bapak dan Ibu, mengizinkan nak"

Jika ditanya rasa, Rasanya seperti sinar yang memaksa masuk untuk menerangi kegelapan. Cerah, Terang, dan datang sebuah harapan baru.

Sejak saat itu, perbincangan di ruangan kubus.. Kita, mulai merencanakan hal yang lebih besar..

"Aku tidak memintamu untuk menjadikan aku pendamping hidupmu, tapi jadikanlah aku adalah kamu, dan kamu adalah aku"

dwtknisaa

Picture by : @pinterest @byme #story #steller #lifestory #sajak #stellerindonesia #stellers #stellerid #poetry #pinterest

Share This Story

    Autoplay:

    get the app