kulineran di bandung

#stellerid

Pagi baru saja menyapa awal November ini. Sisa air hujan semalam masih membekas di pinggiran trotoar Jalan Braga Bandung. Sejuk udara dan wangi segar tanah yang tersiram hujan, membangkitkan selera sarapan hari ini. Sambil menikmati lengang jalanan, kami menuju Jalan Asia Afrika. Ya Bubur PR (Harian Pikiran Rakyat) jadi tujuan kami.

Bubur PR ini cukup melegenda. Dulu gerobaknya persis berada di trotoar kantor Harian Pikiran Rakyat. Itu sebab masyarakat menyebutnya bubur PR. Saat ini gerobak bubur berada di seberang jalan, tepatnya di jalan kecil samping Hotel Bidakara Grand Savoy Homann. Ketika saya memilih bubur, Si Bungsu mencoba menu lain. Lontong Kari.

Hari menjelang siang, cuaca dingin khas kota Kembang memenuhi setiap sudut ruang kota. Perlu kehangatan untuk melawannya. Saya kira Mi Kocok adalah pilihan yang pas. Saya memilih mi kocok kelas gerobak di depan gang Toko Kartikasari Jl Kebon Kawung. Meski disajikan di gerobak, tapi jangan harap bisa segera duduk. Kita musti bersabar mengantre bergantian dengan pelanggan lain.

Jajanan kuah lain penghangat badan saat musim hujan seperti sekarang adalah Cuanki. Paduan antara baso, baso tahu, siomay, dan pangsit disajikan dengan kuah baso yang gurih. Jajanan ini ada di Pusat Jajanan Pasar Cisangkuy, Jl Cisangkuy Bandung.

Tak hanya makanan berat, di Pasar Cisangkuy juga menjajakan panganan ringan seperti lumpia basah dan pisang tanduk goreng yang disajikan dengan gula bubuk. Dan yang ingin bernostalgia dengan jajanan masa kecik, silakan menikmati kue cubit yang bisa diorder tingkat kematangannya sesuai selera.

Jika tidak mencoba tentu tidak bisa bercerita. Jika ada kesempatan ke Bandung, silakan buktikan beragam rasa yang ditawarkan. #steller #stellerstories #bandung #stellerfood

Share This Story

Autoplay:

get the app