Wilayah Kerja South East Sumatera

Alih Kelola

Pada 20 April 2018, pemerintah menugaskan Pertamina untuk mengelola 8 Wilayah Kerja (WK) yang habis masa kontraknya di tahun 2018. Seratus persen participating interest delapan blok tersebut, salah satunya WK South East Sumatera (SES) diserahkan kepada Pertamina, dimana secara jangka panjang lapangan yang sudah cukup lama dikelola tersebut, diharapkan dapat memberikan nilai positif bagi ketahanan energi nasional.

Tepat pukul 00.00 (06/09/18) WK SES resmi alih kelola 100% dari operator lama China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) SES Ltd. ke Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) sebagai operator baru. Seremoni alih kelola dilakukan di Pulau Pabelokan, Kab. Kepulauan Seribu yang menjadi salah satu lokasi penting dalam operasi lepas pantai di WK SES.

Produksi WK SES diperoleh dari 31 (tiga puluh satu) Lapangan yaitu Lapangan Aida, Asti, Banuwati, Cinta, E.Rama, Farida, Gita, Indri, Intan, Karmila, Kartini, Kitty, Krisna, Lita, Mila, N.E Intan, N. Wanda, Nora, Rama, S.W Wanda, S. Zelda, Selatan, Sundari, Suratmi, Titi, Vita, Wanda, Widuri, Yani, Yvonne, dan Zelda.

Selama dua dekade, produksi migas dari lapangan-lapangan ini telah menghasilkan gross revenue mencapai US$22,87 miliar, dimana 57 persennya atau sebesar US$13,13 miliar menjadi penerimaan negara. Potensi migas di WK SES ini masih cukup menjanjikan. Cadangan terbukti (1P) per 1 Januari 2017 sebesar 238 Bscf (miliar standar kaki kubik) gas dan 55 MMstb (juta stock tank barel) minyak. WK SES merupakan salah satu penghasil minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia. Produksi rata-rata Januari hingga Agustus 2018, tercatat produksi minyak dan gas bumi di WK SES sebesar 31.120 bopd dan 137,5 MMscfd.

Acara alih kelola ini dihadiri oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan Samsu, PTH Direktur Utama PHE Huddie Dewanto, dan President CNOOC Cui Hanyun.

Seluruh undangan menggunakan kapal Pan Marine 18 dari Kalijapat menuju Pulau Pabelokan. Kapal yang biasa digunakan untuk crew change.

Wilayah Kerja SES merupakan salah satu pioneer dalam kontrak bagi hasil (PSC) lepas pantai di Indonesia. Kontrak bagi hasil WK SES ditandatangani pertama kali pada 6 September 1968 atau kini telah berusia 50 tahun. Selama beroperasi, WK SES pernah mengalami masa puncak produksi pada Juli 1991 dengan produksi harian sebesar 244.340 bph.

Kegiatan safety induction di Main Office.

Acara alih kelola dibuka dengan Tari Topeng.

Sambutan President CNOOC, Cui Hanyun.

Kami berharap agar manajemen PHE OSES dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada sehingga mampu mempertahankan level produksi serta meningkatkan kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepasa pekerja CNOOC yang telah bekerja secata optimal dan profesional.

Sambutan Direktur Hulu PT Pertamina (Persero), Dharmawan Samsu.

Pada kesempatan yang baik ini, kami juga mengapresiasi jajaran Manajemen dan pekerja CNOOC yang telah memberikan dukungan selama proses transisi alih kelola WK SES sehingga dapat berjalan dengan relatif lancar dan terlaksana dengan baik. Secara khusus kepada para pekerja CNOOC SES. Ltd. yang sebentar lagi akan bergabung dalam keluarga besar Pertamina Hulu Energi, saya atas nama pimpinan Pertamina mengucapkan selamat datang di Pertamina Group.

Sambutan Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi.

Sebelum WK SES berakhir, CNOOC telah menyelesaikan seluruh komitmen finansial sampai dengan pencadangan dana abandonment and site restoration (ASR). Selain itu, CNOOC telah berkomitmen untuk menyelesaikan segala hak dan kewajibannya yang belum dapat diselesaikan pada akhir kontrak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada CNOOC yang telah prudent mengelola WK SES dengan baik, dan saya mendukung CNOOC untuk tetap melakukan investasi di WK lainnya di Indonesia, dan terutama di area eksplorasi. Dengan sistem kontrak kerja sama gross split, PHE OSES diharapkan dapat berproduksi dengan lebih efektif dan efisien. Komitmen Pasti tiga tahun WK SES sebesar US$ 130 juta, baik untuk kegiatan eksploitasi maupun eksplorasi diharapkan dapat meningkatkan produksi dan juga menambah cadangan terbukti.

Seremoni alih kelola ditandai dengan penyerahan dokumen alih kelola WK SES dari CNOOC ke SKK Migas yang selanjutnya diserahkan oleh SKK Migas kepada PHE OSES. Selain itu juga dilakukan pemakaian atribut Pertamina secara simbolis kepada pekerja.

Proses serah terima alih kelola WK SES dari CNOOC ke PHE OSES.

Pengembalian WK secara simbolis dari CNOOC ke SKK Migas.

Penyerahan WK SES secara simbolis dari SKK Migas ke PHE.

Pemakaian atribut Pertamina kepada perwakilan pekerja.

Pemutaran video dokumenter WK SES.

Acara dilanjutkan dengan kegiatan Press Conference mengenai alih kelola WK SES.

Share This Story

    1/75

    get the app