Why Owen was a flop in Madrid?

By Sundaymarketstation

Michael owen adalah salah satu talenta paling menjanjikan di inggris pada akhir 90an. Semua orang yang nonton bola di 1998 pasti ingat golnya ke argentina di piala dunia (selain insiden beckham-simeone) memanfaatkan through pass, owen melewati chamor kemudian ayala dan akhirnya melepaskan tembakan keras ke tiang jauh carlos roa. Sangat world class. di liverpool Owen membuat 158 gol dari 297 pertandingan, yang berarti secara statistik setiap 2 pertandingan dia pasti mencetak gol. Sangat mematikan bukan? Owen adalah jenis penyerang cepat yang bisa melihat daerah kosong di belakang bek dan dibekali kemampuan menembak yang sangat baik, keras dan akurat. Gol owen umumnya didapat dari through pass atau direct long ball dari Gerrard atau didi hamman (di Liverpool) atau dari scrimmage di area penalti. Bukan dari crossing, pertarungan dengan bek, atau gol teknik tinggi yang bisa melewati 2-3 pemain. Tetapi ketika ada peluang, apalagi tinggal one-on-one dengan kiper maka papan skor sudah boleh berubah. Kelihatannya simpel? Tidak. Owen istilahnya have eyes for space, dia tau kapan harus lari dan harus lari kemana. Kapan lari supaya gak offside dan dimana ruang yang jadi blindspot bek.

Pada akhir 90an sampai awal 2000an klub-klub liga inggris bermain dengan highline pressing dengan mendorong fullback tinggi ketika menyerang. Kondisi ini tentu sangat ideal untuk owen karena ruang di belakang bek sangat luas untuk dieksploitasi dan ini didukung kemampuan hammann dan gerrard melepaskan umpan akurat dengan akurasi yang hampir sama sehingga tugas melepaskan umpan ke owen dapat dilakukan secara bergantian ketika yang lain tidak memungkinkan. Perkembangan taktik di liga inggris membuat klub inggris bermain lebih pragmatis dengan mulai menarik bek sehingga tidak banyak lagi ruang di belakang bek. Maka dimulailah mimpi buruk bagi owen.

Dianggap salah satu pemain menjanjikan oleh Florentino Perez, presiden madrid saat itu, owen pun diboyong ke real madrid bersama zidane, ronaldo (asli), luis figo dan david beckham pada tahun 2004. Publik, terutama publik inggris, menunggu-nunggu apa yang bisa dilakukan owen, namun owen lebih banyak mengisi bangku cadangan

Banyak orang bilang kemampuannya sebagai striker sudah berkurang, tidak lagi setajam dulu. But is it? Yang pertama, Owen bukan lagi bermain di liga inggris, dimana pertahanan inggris saat itu meninggalkan banyak ruang di daerah sendiri, di la liga kondisinya berbeda cukup signifikan. Pertahanan la liga lebih disiplin dan banyak tim (apalagi melawan real madrid) menunggu di belakang sehingga hampir tidak ada ruang untuk owen berlari melewati bek dengan kecepatannya, padahal inilah spesialisasi owen. Yang kedua, di posisi gelandang ada 2 maestro lini tengah, zidane dan figo. Sehingga ketika madrid mendapatkan bola, alih-alih memberikan umpan langsung ke owen, bola akan disalurkan terlebih dahulu ke zidane atau figo, dan keduanya bukan tipikal gerrard ataupun hammann yang memberikan umpan direct ke penyerang. Ketika bola sampai ke zidane, pemain lawan sudah siap bertahan, owen pun tidak bisa mengeluarkan skill ultimate-nya. Untuk mengembalikan ketajaman owen ada 2 hal yang bisa dilakukan, 1. owen merubah gaya permainannya agar cocok dengan sistem madrid (atau mungkin sistem pertahanan modern) atau 2. Madrid merubah gaya bermainnya sehingga cocok dengan gaya owen. Opsi no 1 tidak bisa dilakukan owen dan opsi 2? Ya ngapain, orang ada zidane.

Owen pun dianggap gagal dan kembali ke epl bersama newcastle kali ini. Sampai di epl, gaya bertahan liga inggris sudah berubah menjadi lebih pragmatis, sesuai dengan perkembangan sepakbola modern. Sayangnya owen tidak dapat merubah gaya bermainnya, sehingga akhirnya semakin lama owen semakin tumpul, bukan karena kemampuannya berkurang tetapi lebih karena gaya bermainnya tidak cocok dengan sistem pertahanan sepakbola modern. Perpindahan ke mu dan stoke city pun tidak banyak merubah peruntungan owen. Owen sendiri (sayangnya) menyalahkan cedera yang seringkali membekapnya, mungkin memang benar, namun yang tidak dia sadari adalah bahwa sepakbola berevolusi dan dia statis. Terus menerus mencoba hal yang sama untuk kondisi yang berbeda owen pun akhirnya ditelan waktu tanpa menemukan kembali ketajamannya.

1/10