Gilbert kresna

Tak Setabah Hujan Bulan Juni

Kau tak setabah hujan bulan juni, Hatimu lemah, jiwamu kosong, harapanmu rapuh.

Kau percaya pada cinta yang katanya paling pandai membahagiakan. Lalu kau bertemu dengan cinta yang akhirnya mematahkan.

Aku menemukanmu belepotan airmata, pada sebuah juni yang basah jari-jarimu kaku menggenggam keheningan.

Sore ini kau habiskan menerka dan bertanya : "Apakah bahagia banyak di jual di pasar malam ?" "Atau mungkin kecewa yang terlaris sepanjang masa ?

Kau memarahi diri sendiri yang tak sebijak hujan bulan juni,

Dirimu dicemari kesedihan tanpa tapi dan nanti. Dan air mata, ia tak tau caranya untuk berteduh lagi

Kau tak searif hujan bulan juni, kaubiarkan air mata itu mengendap dan menebal tanpa seorang pun tahu

Bagaimana pun kau rahasiakan, air mata tidak pernah berhasil sembunyi dibalik senyuman. Sempat tidak sempat, dan bila tiba waktunya, ia akan jatuh pada nyeri yang tak tertahankan.

Berhati-hatilah kini, banyak datang orang-orang yang menjamin bahagia, senyatanya, merasakan cinta kau harus menyukai hal-hal berbahaya

Teduhkan lagi hatimu. Harapan tak selalu menjanjikan. Karena hidup senyatanya tak pernah jauh dari rasa nyeri. Nikmati rasanya, Jangan sesali akibatnya.

Berjanji lah, sampai detik kau masih percaya segala hal yang selalu membahagiakn.

#StellerID #Stellerstories #stellerloveletter #poem #puisi #poetry #stellerwriter #stellerverse @steller Pict: @oktaffiesuzie Gilbert Kresna Sammen Email : Gilbertkresna49@gmail.com Terimah kasih sudah membaca

Hai ! Berikan Love/Comment yah !! Mention atau Tag penulisnya atau Share Link nya jika ingin membagikan di sosmed lain 😉

Share This Story

Autoplay:

get the app