L U K A

• I N F N T Y •

"Luka, Tak dapat kuhindari Meski bersembunyi darinya, Engkau T’lah membunuh mimpiku Tuk selamanya denganmu."

° Alika's Song °

Lagi dan lagi, Akhirnya lagi, Terulang lagi..

Entah sudah berapa banyak luka yang ada di hati dan diri Alea.

Yang dengan sangat mudahnya kamu Dean, buat goresan itu, yang disebut dengan LUKA. Luka ini tak berdarah, Namun Sakit, Perih, sangat perih. Mengiris hati Alea, hingga hancur berkeping - keping.

Tapi kamu Dean, dengan tak berdosa nya tertawa, senang, bahagia diatas penderitaan atas luka yang kamu beri untuk ku. Disaat aku terluka pun kamu tampak biasa saja.

Inikah yang kamu mau?

MENCIPTAKAN LUKA YANG SANGAT DALAM DI HATI SESEORANG YANG SUDAH BERJUANG UNTUKMU.

Inikah yang kamu inginkan?

Melihat aku jatuh, terpuruk, hancur lebur, sedangkan kamu tertawa bahagia disana.

Tidak kah kau rasakan luka yang aku rasakan? Mengapa mudah sekali untukmu menggoreskan luka di hati ini?

Tunggu, tidak hanya untuk ku. tapi untuk orang lain yang terluka oleh mu juga. Satu yang ingin ku tanyakan,

Dimana kah letak hatimu? Disimpan dimana kah hatimu itu, sayang? Aku rasa, jika hati di gunakan dengan baik, tidak akan ada LUKA yang terus menerus di ulangi.

TAPI, TIDAK DENGAN KAMU.

Mengapa mudah sekali untuk kamu merapuhkan hati seseorang?? Mengapa mudah sekali untuk kamu menghancurkan mimpi dan harapan seseorang?? Kamu tidak akan pernah merasakan rasa sakit yang aku rasakan ini. Kamu tidak akan pernah tau betapa hancurnya, betapa rapuhnya aku saat ini.

Iya memang hidup terus berlalu dan harus terus berlanjut.

SEPERTI AKU

Mencoba tetap tersenyum, tertawa tak peduli seberapa besar & banyaknya luka yang aku rasakan. aku hanya bisa menyembunyikan itu semua, berharap semua orang tidak tau akan luka yang di alami hati ini.

DAN SEPERTI KAMU

yang sudah menjalani hidupmu yang baru sekarang, meninggalkan aku yang sudah berjuang dan bertahan untukmu, meninggalkan aku yang kamu lukai, meninggalkan semua janji yang sudah kamu berikan untukku, meninggalkanku pergi dan bangkit sendiri.

Dengan dalih kamu sedang ingin menikmati hidupmu seorang diri? Tapi nyatanya? Ada seseorang yang kini mendampingimu. Seseorang yang baru dihidupmu, menggantikan aku yang dulu ada dihatimu, aku yang dulu kamu cintai, aku yang dulu kamu sangat ingini dihidupmu.

Dan akhirnya aku tahu, ya aku tahu sayang, bahwa seseorang baru mu itu sudah ada bahkan sejak kamu masih denganku, iya kan sayang? Kamu selingkuh sayang? Selingkuh lagi? Selamat sayang kamu menang! Permainan yang kamu buat sangat rapih.

Sudah bahagiakah sekarang kamu sayang dengan perempuan baru mu itu? Sudah tidak ada bebankah hidupmu yang sekarang dengan perempuan baru mu itu?

Inikah yang kamu mau sayang??

Merapuhkan & Menghancurkan hidupku terlebih dulu lalu meninggalkanku, setelah itu pergi bersama seseorang baru mu itu.

Seharusnya kamu bilang saja dari awal bahwa ada perempuan lain dihatimu. Tak usah mencari alasan klasik sayang. Tak usah membawa orang tua dan keluarga untuk dijadikan alasan menyudahi suatu hubungan jikalau kamu memang sudah tidak mencintaiku lagi sayang.

DAN TERUNTUK KAMU, PEREMPUAN CANTIK SEBAGAI ORANG KETIGA DI HUBUNGAN ALEA DENGAN DEAN.

Bahagia kah kamu sudah mengambil kebahagiaan orang lain?

PUASKAH KAMU SEKARANG SUDAH MENJADI KEKASIHNYA?

INIKAH YANG KAMU MAU UNTUK DIAKUI DAN DIANGGAP DALAM HUBUNGANMU YANG SALAH INI?

"Hati tidak akan bergerak, kecuali ada hati lain yang memaksanya bergerak."

° Wira Nagara °

iya aku tahu, orang ketiga tidak akan datang jika lelaki ku tidak membuka hatinya untukmu. tapi sebagai perempuan, seharusnya kamu sadar diri bahwa lelakimu sekarang itu sudah mempunyai pasangan. dan kamu harus tahu diri bahwa yang namanya merebut itu tidak akan pernah baik. kamu itu tamu, tamu yang sangat tidak tahu diri.

Teruntuk kamu ALDERAN Ku.

Jadilah lelaki yang dewasa, tidak pengecut dan pecundang, hargailah wanita seperti kamu menghargai Ibu-mu sendiri, jangan terus kamu menyakiti perempuan. Semoga semesta selalu berbaik kepadamu, sayang.

DARI AKU......

PEREMPUAN YANG TULUS DAN SABAR DALAM MENCINTAIMU NAMUN, TIDAK PERNAH KAU HARGAI DAN TIDAK KAU LIHAT KEBERADAANKU. ALEANA AISHA LAETITIA.

    1/36