MENUNGGUMU

inspired by SAVANA NADIRA blog's

TIDAK ADA PATAH HATI YANG ABADI

Banda Neira - Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti Jatuh dan tersungkur di tanah aku Berselimut debu sekujur tubuhku Panas dan menyengat Rebah dan berkarat Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang hancur lebur akan terobati Yang sia-sia akan jadi makna Yang terus berulang suatu saat henti Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Di mana ada musim yang menunggu? Meranggas merapuh Berganti dan luruh Bayang yang berserah Terang di ujung sana Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang hancur lebur akan terobati Yang sia-sia akan jadi makna Yang terus berulang suatu saat henti Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang patah tumbuh, yang hilang berganti

Masih kuingat nada-nada sumbang di hari itu Yang dibawakan dan dilafalkan burung-burung di malam hari Pada hitam bulat bola matamu Kutemukan panas api yang membara, nyala Berkilatan bagai petir bermain syair Dan pada hatiku, ada gunung es yang mulai mencair Apakah aku mulai suka? Mungkin iya, mungkin tidak

Dan saat aku menikmati kopi pahit di pesisir gunung itu Aku melukismu tertatih dalam bisu Sejuk segar angin Lawu yang berkelebat di sana-sini Membuatku takjub dan mensyukuri hadirmu Bahwa tiada pernah aku mendapati rasa sedemikian rupa Seperti yang aku rasakan pada sosokmu Apakah aku jatuh cinta? Mungkin iya, mungkin tidak

Pada malam-malam setelahnya Dan juga pagi-pagi bermentari Aku kembali meraut bayanganmu yang mulai tumpul Namun tak pernah ku mengerti bahwa dengan singkat hatiku hilang nyali Aku tertarik padamu tanpa bisa memiliki Dan sekejap musnah perlahan perasaan itu Yang mulai kurasa sejak aku merangkai sajak-sajak sendu Apakah aku sakit hati? Mungkin iya, mungkin tidak

Semenjak itu, kala bulan beranjak beradu dengan gemerlap bintang Aku hanya bisa menggoreskan tinta-tinta patah tanpa arah Tiada lagi bisa kurangkai diksi seperti saat aku menikmati momen di berbagai hari Aku mengenangmu dalam senyuman tanpa intuisi Sambil memandang tiap hari yang berlalu dan melaju Aku berharap patah ini tidak akan seperti yang sudah-sudah Cukup seminggu dan aku ingin bangkit lagi Apakah ada patah hati yang abadi? Mungkin iya, mungkin tidak

"Kita telah berbagi canda tawa dan derita dan bahkan berbagi air mata. Maka lihatlah aku di sini hanya ada ruang hampa dan tidak ada sisa yang kamu tinggalkan untukku." -savana nadira

TAK ADA PATAH HATI YANG ABADI by Irfan Galang S. inspired ; Savana Nadira savnadir.blogspot.com ig : @irfangalangg photo by me thank you :) #stellerid #steller #poem #puisi #poetry #stellerwritter #stellerstories #stellerverse #cerita #video #cinematic

    1/11