GERABAH

| a historical handicrafts |

what ?

clay is formed and then burned to used as useful tools that help human life

big

rustic

love the details

this is where we made it

meja putarnya miring

Javanese mythology characters

Please introduce, Cungkring, Bagong, and Gareng

the famous Semar

Ada dua versi utama yang menceritakan asal-usul Semar Pertama Surga dan bumi dalam kisah pewayangan dikuasai oleh Sang Hyang Wenang. Sang Hyang Wenang memiliki putra bernama Sang Hyang Tunggal. Sang Hyang Tunggal memperistri Rekathawati. Pada suatu hari, Dewi Rekathawati bertelur. Seketika itu telur tersebut terbang ke hadapan Sang Hyang Wenang. Setiba di hadapan Sang Hyang Wenang, telur tersebut menetas sendiri dan terwujudlah tiga makhluk antropomorfis. Yang muncul dari kulit telur dinamai Tejamantri, putih telur menjadi Ismaya, dan kuning telur menjadi Manikmaya. Pada suatu hari, ketiganya membicarakan masalah siapa yang akan menggantikan kekuasaan ayah mereka. Manikmaya menyarankan diadakan pertandingan menelan gunung dan memutahkannya kembali. Tejamantri sebagai yang tertua melakukannya dulu tetapi gagal yang berakibat mulutnya sobek. Ismaya kemudian maju dan berhasil menelannya tetapi tidak berhasil memuntahkannya. Insiden ini menyebabkan terjadinya gara-gara atau bencana. Sang Hyang Wenang segera datang dan mengambil keputusan. Beliau mengatakan bahwa pada waktunya, Manikmaya akan menjadi raja para dewa, penguasa surga di Kahyangan. Manikmaya juga akan mempunyai keturunan yang menjadi penduduk bumi. Ismaya dan Tejamantri harus turun ke bumi untuk memelihara keturunan Manikmaya. Keduanya hanya boleh menghadap Sang Hyang Wenang apabila Manikmaya bertindak tidak adil. Sejak itu Sang Hyang Wenang mengganti nama mereka. Manikmaya menjadi Bathara Guru, Tejamantri menjadi Togog, dan Ismaya menjadi Semar. Karena sebuah gunung pernah ditelan Ismaya maka bentuk tubuh Smer menjadi besar, gemuk, dan bundar.

Kedua Versi ini menyebutkan bahwa alam semesta muncul sebagai sesuatu yang tercipta sekaligus. Diceritakan bahwa sebutir telur yang dipegang Sang Hyang Wenang menetas dengan sendirinya dan tampaklah langit, bumi, dan cahaya (teja), serta dua makhluk anthroporphis, Manik dan Maya. Kalau versi pertama dan kedua dibandingkan ada persamaannya. Ismaya dari versi pertama dan Maya dari versi kedua, terjadi dari putih telur dan keduanya memelihara bumi. Manikmaya atau Manik merupakan transformasi dari kuning telur dan keduanya menjadi raja para dewa di Surga. dalam kedua versi itu Manikmaya dan Manik menjadi Bathara Guru yang keturunannya tersebar di surga dan di bumi, sedangkan Ismaya dan Maya dinamakan Semar dan dijadikan pelindung bumi. http://visitjavacs.blogspot.co.id Bersumber dari: Semar Dunia Batin Orang Jawa: Tuti Sumukti. Hal. 20-21.

adaptasi zaman

celengan ayam

human faces

say cheese...

@arifani

from Pameran Gerabah “Antara Sitiwinangun dan Pagerjurang Bayat ” at Bentara Budaya Jakarta 9 April 2017 #stellerID #handicrafts #historical #art #indonesia #bentarabudaya

    1/49