KEBAHAGIAAN

-dindaapertiwi-

Sore itu, aku kembali ke rumah. Seperti biasa, berjumpa dengan kucing-kucing yang tinggal di rumahku.

Mama Dian, aku memanggilnya dengan sebutan itu. Karena beliau sedang masa kehamilan yang ke-3. Aku menunggu kelahirannya yang membuatku menebak-nebak kapan ia akan melahirkan.

Dengan manjanya ia menghampiriku dengan tatapan nanarnya itu. Duduk dipangkuanku.

Lama sekali ia duduk dipangkuanku dan aku mengeluh. "Kamu jangan kelamaan dong,aku pegal dan kamu berat banget" Aku melepaskannya untuk tidak lagi duduk dipangkuanku. Setelah itu, ia mondar-mandir mengelilingi seluruh rumahku. Seperti gelisah dan ingin melahirkan. Dan akhirnya dia menemukan tempat yang menurutnya nyaman.

Akhirnya ia melahirkan dan aku pertamakalinya melihat kucing melahirkan. Rasanya senang dan terharu. Ia melahirkan 3 anak kucing kembar berwarna kuning.

Jani, Jane, Jana. Kami menamainya begitu. Karena lahir di Bulan Januari.

Mereka bertiga kembar dan aku tidak bisa membedakan mana adik dan kakaknya.

Tertidur dengan pulasnya. Setiap jam rasanya ingin terus melihat bayi kecil ini. Seperti ingin melihat perkembangannya. Mulai dari belum bisa melihat-bisa melihat- bisa berjalan-tumbuh besar-mandiri.

Kebahagiaan induknya yang telah melahirkan juga memberikan aku kebahagiaan dan ikut merasakannya. -Dinda Amalia Pertiwi-

Share This Story
    get the app