Menjadi Matahari untuk Karya Ilalang

salamatahari edisi 185

Saya bertemu Ilalang ketika usianya kira-kira baru tujuh tahun. Ia adalah bocah kecil yang aktif dan banyak bertanya. Pikiran-pikirannya ajaib. Meskipun umur kami terpaut jauh, ketika itu ia memanggil saya Dea saja; tanpa "kakak" atau "tante". Tapi saya tidak keberatan. Bagi saya ia adalah sparing mengobrol yang tidak didefinisikan dengan usia tujuh tahunnya. Kami membahas hal-hal yang real dan sureal. Ia pun sudah membaca cukup banyak buku dan punya interpretasi sendiri atas apa yang ia baca. Lalang tumbuh menjadi remaja berkesenian. Ia yang ketika kecil sempat bermain perkusi kemudian belajar gitar dan mulai rajin memotret. Lalang memotret dengan kamera ponsel, tapi tangkapan-tangkapannya kerap menarik dan unik. Untuk merayakan ulangtahun Salamatahari yang ke-7 -- usia yang sama dengan usia Lalang ketika pertama kali bertemu saya -- saya memperkenalkan Ilalang Dzahira Anwar yang kini sudah berusia 16 tahun. Posting ulangtahun ini sepenuhnya mengenai Lalang dan karyanya. Perjalanan usia www.salamatahari.com membuat zine-zine-an online ini memahami; matahari tidak pernah bersinar untuk dirinya sendiri. Ia bercahaya agar banyak hal di sekitarnya terlihat lebih jelas. Bukan ia yang menjadi bintang, tapi segala hal yang terpercik cahayanya. Semoga zine-zine-an online ini dapat membuat yang kecil-kecil dan berharga bersalut kirana Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah, Sundea

Salamatahari: Lang, Bapak ini mimpi nggak? Kalau iya mimpi apa? Lalang: Menurutku dia mimpi. Dia mimpi tentang kehidupan megahnya, yang sayangnya ga dia punya (kita seneng banget mimpi hal yang ga kita punya).

Salamatahari: Menurut kamu mereka lagi ngobrol apa? Lalang: Mereka ngobrol ini, "Hey, kopi berapaan?" "Tiga ribu doang." "Yah, saya ga punya uang. Gimana kalo saya tambal aja topi bapak?" "Oke deh, deal." Bercanda ding. mungkin mereka ngobrolin tentang jualan keliling atau jualan di satu tempat. Atau mungkin mereka temenan atau curhat pengalaman mereka kerja.

Salamatahari: Tatapan mata anak itu artinya apa menurut kamu? Lalang: "Ngapain kamu foto-foto saya? Apa ga pernah liat orang main HP?"

Salamatahari: Kenapa kamu motret ini? Lalang: Aku seneng banget sama Froot Loops. Enak banget mereka. Tapi jarang aku makannya, jadi aja aku foto, kan kesenangan pribadi.

Salamatahari: Kalau kucing ini reinkarnasian, di kehidupan sebelumnya dia siapa? Lalang: Ngomongin reinkarnasi, mungkin dia kasir, kali ya, suka jilat tangan kalo mau ngitung duit. Atau politikus, suka jilat mulut waktu nyebarin janji.

Salamatahari: Kira-kira nenek ini sehari-harinya ngapain aja? Lalang: Dia itu nenek aku! Mungkin kesehariannya ngerawat kulit, buka sosmed, pake baju. Btw, dia tinggal di Australia.

Salamatahari: Ini apa, Lang? Lalang: Keranjang belanja Tuhan atau lubang basket Tuhan atau human watering can (soalnya kita tergantung banget sama cahaya, kaya tanaman sama air).

lalang Dzahira Anwar (foto profil oleh ayah Ilalang) Siswa SMAN 15 Bandung yang berzodiak Pisces dan suka memotret. Lahir sebagai anak sulung di keluarga kecil bahagia yang mencintai wacana dan literasi. Tak hanya lewat foto, Lalang pun kerap menyampaikan pikiran-pikirannya lewat status-status Facebook yang menarik. Silakan berkenalan dengan Lalang di akun Facebooknya Ilalang Dzahiraa atau kunjungi akun Instagramnya di @ilalangdzahiraa

Salamatahari

adalah zine-zine-an online tentang hal-hal kecil dan keseharian. Merupakan proyek solo senang-senang Sundea www.salamatahari.com

Share This Story

    Autoplay:

    get the app