BALADA PEYEMPUAN KEDUA

PEYEMPUAN

Selalu salah di mata dunia setulus apapun niatnya Tak pernah benar keberadaannya di mata dia yang pertama Dicap perusak, perebut, hingga jalang kesepian Tak pernah ada yang bertanya kenapa lelaki itu keluar mencari makan.

Diminta menununggu aku menunggu Tak pernah gegabah menghubungimu lebih dulu Aku tahu kapan kau ada di rumah Aku tahu jam berapa saja dia ada di sampingmu Aku tahu kapan dia tak bersamamu Aku tahu banyak hal tentangnya Aku tahu dia, tapi dia tak tahu aku.

Aku mengerti bila kau sedang membagi waktu untuk kekasih dan belahan jiwamu Aku tak akan mengganggu sedikit pun, aku tahu posisiku. Aku hanya menunggu giliran perhatian di sela-sela waktumu untuk yang pertama Aku tak akan marah, ini upah dari keberanianku merajut renjana dengan kekasih orang.

Dia adalah prioritasmu, aku adalah hiburanmu Dia tanggung jawabmu, aku hanya kalau kau ingat Dia yang utama, aku adalah sewaktu-waktu Dia kewajibanmu, aku hanya kalau kau sempat.

Seperti katamu, aku tak boleh menghubungimu kecuali kau yang mengabariku duluan Dan aku sangat patuh pada aturan penting nomor satu itu Sekalipun nanti waktu menyibak sandiwara yang kita lakukan Seperti katamu, kita tak boleh mengakuinya, kecuali kita hanya teman biasa.

Padahal, mereka tak pernah tahu bagaimana alur kisah kita yang sebenarnya Mereka hanya menghakimi aku yang ingin merusak rumah yang sudah dibangun dengan cinta Aku hanya bisa tersenyum mendapati tudingan-tudingan serupa Selama ini aku diam, diam dan melihat dari balik jendela Bukan bersembunyi, itu hasil perenunganku, bahwa memang belum saatnya.

Segala macam cap telah melekat pada diriku, tapi sekali lagi, mereka tak tahu apa-apa Coba pikir, jika waktu membawa aku sampai sejauh ini, bukankah ini juga takdir? Siapa yang kuasa melawan sesuatu yang telah digariskan Tuhan?

Jangan paksa aku jujur, sebab aku belum siap pada episode baru setelah semuanya tersibak Maksudnya, bukan tak siap pada yang akan menimpa diriku, tapi pada semuanya Aku yakin peyempuan pertama yang ada di sampingnya juga tak siap Sebab, lagi-lagi, dia juga tak tahu apa-apa tentangku, tentang yang telah terjadi sebelumnya.

Baiklah, aku tahu kalau sebenarnya kalian ingin tahu Aku juga tak ingin membiarkan rasa penasaran kalian membengkak Meraba-raba tak terkendali hingga menyentuh bagian-bagian terlarang.

Begini,

Kalau dunia bilang aku peyempuan kedua Sebenarnya siapa yang kedua kalau sebelum mereka tanam cinta, kami sudah merawat pohonnya. Kalau bulan bilang aku perusak hubungan orang Sebenarnya siapa yang merusak kalau sebelum kisah mereka indah, kami sudah tertawa bahagia.

Kalau bintang bilang aku merebut suami orang Sebenarnya siapa yang merebut kalau sebelum mereka ikat cinta, kami sudah menyepuh emasnya Kalau awan bilang aku mencari harta semata Sebenarnya siapa yang mencari harta kalau sebelum mereka kaya, kami sudah berjuang berdarah-darah

Kalau matahari bilang aku mengada-ada Silahkan cek hati nuranimu jika sebelum mereka punya buah cinta, aku lebih dulu punya darah dagingnya Tapi, lagi-lagi tak ada yang tahu, kecuali aku, dia dan nenek-nenek tua di tepi kota Aku pikir ibunya juga tahu kisah kita, tapi dia diam tanpa kata.

Segalanya aku lebih dulu darinya, kecuali soal menikah!

Sekarang kalian mau bilang apa? Kuharap kalian tak kehilangan suara.

PEYEMPUAN NELANGSA

Page 151

More story? Read my latest book: PEYEMPUAN NELANGSA! Grab it fast at book store (Juni 2016)

Twitter: peyemp IG: peyempuan FB: peyempuan blog: peyempuan youtube: peyempuan steller: peyempuan snapchat: peyempuans Line: @NIT7021G Artwork by @meaples (IG)

Love, Share & Follow :) #peyempuan #stellerid #stellerverse #creative #poems #sajak #puisi #cerpen #art #artwork #books http://peyempuan.blogspot.com

Share This Story

Autoplay:

get the app