DEMAK

Masjid Agung

DEMAK

Kota para wali City of muslim saint, friends of God

Jalur Pantai Utara Jawa menuju Demak

Empat tiang penyangga (Soko Guru)

Bangunan masjid banyak berbahan dasar kayu. Memiliki empat tiang/soko yang dikenal dengan Soko Guru. karena empat tiang tersebut dibuat oleh empat wali: Sunan Ampel (Surabaya), Sunan Bonang (Tuban), Sunan Gunung Jati (Cirebon), Sunan Kalijaga (Demak). Diceritakan bagaimana para wali bergotong royong dalam membangun Masjid Agung Demak. Sunan Kalijaga mendapatkan tugas membuat satu dari empat tiang masjid. Dalam menjalankan tugas itu, beliau menggantikan balok kayu besar dengan pecahan kayu yang biasa disebut tatal.  Sunan Kalijaga menyusun dan melekatkan bagian potongan kayu dengan lem dammar, kemenyan dan blendok. Adanya soko tatal diartikan sebagai lambang spritualitas, persatuan dan kerukunan mengingat dalam membangun Masjid Agung Demak sempat terjadi perpecahan dalam masyarakat Islam. Dalam kondisi itu, Sunan Kalijaga mendapatkan petunjuk untuk menyusun tatal yang ada menjadi tiang yang kuat dan kokoh. Pemahaman filosofis tatal adalah jika umat Islam bersatu maka akan menjadi kuat dan jangan pernah sekalipun menyepelekan sesuatu yang sifatnya sisa seperti tatal. www.nu.or.id

"Masjid Agung Demak bukan saja berkembang sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ajang pendidikan"

SIAMI FITRI

Di sisi masjid terdapat Museum Masjid Agung Demak. Beberapa koleksinya antara lain : bagian-bagian sokoguru (sokoguru Sunan Kalijaga, sokoguru Sunan Bonang, sokoguru Sunan Gunungjati, sokoguru Sunan Ampel) , sirap, kentongan dan bedug peninggalan para wali, dua buah gentong (tempayan besar) dari Dinasti Ming hadiah dari Putri Campa abad XIV, Pintu Bledeg buatan Ki Ageng Selo yang merupakan condrosengkolo berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani yang berarti angka tahun 1388 Saka atau 1466 M atau 887 H, foto-foto Masjid Agung Demak tempo dulu, lampu-lampu dan peralatan rumah tangga dari kristal dan kaca hadiah dari PB I tahun 1710 M, kitab suci Al-Qur’an 30 juz tulisan tangan, maket masjid Demak tahun 1845 – 1864M, beberapa prasasti kayu memuat angka tahun 1344 Saka, kayu tiang tatal buatan Sunan Kalijaga, lampu robyong masjid Demak yang dipakai tahun 1923–1936 M. http://asosiasimuseumindonesia.org

@arifani

#StellerID #stellerstories #mosque #history #java #demak All pictures taken on February 2016

1/16