SEBELUM MENIKAH

PEYEMPUAN

Sebelum menikah timbang-timbanglah dulu barang sebentar saja, karena apa yang kau anggap lucu hari ini, bisa jadi nanti berubah sangat menyebalkan. Sesuatu yang kau pikir seru, bisa jadi kelak adalah hal yang di luar dugaanmu: membosankan.

Sebelum menikah, pikir-pikirlah dulu barang semenit saja, karena apa yang kau anggap adalah beban, bisa jadi nanti adalah hal yang menyenangkan. Apa yang tergambarkan menakutkan, bisa jadi adalah hal yang sayang untuk dilewatkan.

Sebelum tersemat cincin di jari manis, renungkanlah walau sekelebat saja, karena ada hal yang bisa kau telorensi saat pacaran, tapi tak bisa kau mengerti saat berada dalam satu atap. Menurutmu nanti bisa kau adaptasi, dengan lapang dada kau terima tapi nyatanya nanti hal itulah yang membuatmu berpikir untuk mengakhiri semuanya.

Sebelum cincin melingkar di jari manis, berkontemplasilah walau selintas saja, karena sesuatu yang kau pikir penuh himpitan dan derita, bisa jadi malah jalannya mulus, pintu-pintu karunia terbuka lebar. Menurutmu di sana penuh sampul yang menjerat kemerdekaan, padahal mungkin yang terikat adalah nafsu dan ego kebebasan.

Peleburan pasca menikah adalah yang tak mudah, sebab masa pacaran yang tampak adalah topeng-topeng keindahan, Masa pacaran, kau bisa merasa tak enakan, tapi dalam pernikahan hal itulah yang menjadi pemicu pertengkaran tak terelakkan. Yang kau lihat saat pacaran bukan dirinya 100%, tepatnya belum kau lihat seluruh wajah yang ada padanya.

Saat pacaran, kalau kau marah, kau bisa tak bertemu sepuasnya, Mematikan telepon, menahan diri tak memberi kabar, saling tak peduli dengan enteng karena kau tak tinggal di bawah atap yang sama dengannya. Akan 180 derajat berbeda rasanya saat kau serumah. Cuek-cuekan, marahan, sementara kau masih melihatnya, kau harus melayaninya, kau butuh sesuatu darinya.

Mungkin tak perlu banyak aku sajikan yang indah-indah di sini, karena puluhan literatur sudah menyajikannya. Bukan hendak menakut-nakuti apalagi menghalang-halangi, tapi sudah tahukah kau tentang angka perceraian yang terus meningkat setiap tahunnya? Sajian indah itu tak selurus dengan pemberian pengetahuan akannya. Persiapan seperti diabaikan, bagian-bagian hitamnya tak ditelanjangi.

Betapa banyak yang mengompori untuk menikah muda, remaja-remaja terpesona, lalu mengkhayalkan kisahnya serupa sang pengompor, film atau roman yang ia kecap, tapi kenyataan membuatnya shock. Ya, si kompor men-skip ribuan bagian tak enaknya, film hanya tersaji beberapa jam, novel hanya sekian ratus halaman, tapi menikah? Seumur hidupmu, sampai habis nafasmu.

Banyak hal-hal yang kelihatannya sepele tapi itulah yang menjadi pemicu konflik rumah tangga. Yang kau anggap mudah, enteng, gampang diatasi bisa jadi sebaliknya. Kalau kau pikir kelak bisa mengalah dan berlapang dada, bisa saja kau yang lebih dulu katakan pisah.

Api asmara yang menggelora di masa muda memang seringkali mengelabui kewaspadaan, padahal waspada adalah alarm natural. Waspada itu baik, jangan baru kenal sebentar lalu berkesimpulan "he is my everything". Apalagi kalau masih belia, perjalanan masih panjang. Isi pernikahan tidak hanya kesenangan peluk peluk semata.

Dengar

Jika masa pacaran saja tidak membahagiakan untuk apa memaksa lanjut sampai menikah? Jangan paksa bersama jika masa pacaran saja kalian tidak pernah bisa menyelesaikan masalah dengan komunikasi yang baik.

Camkan!

Soal menyimpan handuk sehabis mandi saja bisa jadi bahan pertengkaran, apalagi soal sifat-sifat dan kebiasaan lain. Belum lagi soal ekonomi, seksualitas, budaya dan hal-hal mengejutkan lainnya. Matangkan hati dan pikiran sebelum menikah.

LOVE, SHARE & FOLLOW http://peyempuan.blogspot.com #stellerverse #stellerid #creative #featured #cerpen #puisi #sajak #poems #wisdom #books #newbook #arts #artworks

Twitter: peyemp IG: peyempuan FB: peyempuan blog: peyempuan youtube: peyempuan steller: peyempuan snapchat: peyempuans Line: @NIT7021G Artwork by @laruca.fratea (IG)

My book PEYEMPUAN NELANGSA out now at book Store! Grab it fast!

1/22