Yessy Agustina

untuk yang tak sempat kumiliki

Apakah sapaan basa-basi seperti "Apa kabarmu?" terlalu muluk kutujukan padamu?

Meski mungkin kau tak lagi peduli dengan kabarku, aku hanya ingin mengatakan bahwa; Aku baik-baik saja.

Baiklah, mari membicarakan luka yang tak sempat kuperlihatkan.

KAMU

PERLU

TAHU

Bahwa...

Aku pernah merindukanmu hingga mataku sembab karena menangis semalaman.

Aku pernah merasa gelisah hanya karena aku tak mendapatkan kabar darimu.

Aku pernah terjaga hingga subuh, karena pikiranku penuh sesak denganmu.

Aku pernah merasa hatiku patah sepatah-patahnya karenamu.

Aku pernah menulis sebuah pesan untukmu, namun tidak pernah kukirim karena aku diselubungi rasa ragu berjam-jam.

Dan aku pernah menjadi bodoh, karena masih mengharapkan sebuah pesan darimu. Walau satu kata, itu akan berarti untukku.

aku pergi, sayang

Mengingat ketidakpedulianmu. Mengingat pengabaianmu. Mengingat caramu meninggalkan. Terlalu menyakitkan.

Meski sebenarnya aku tidak benar-benar pergi. Tapi, Aku ingin kau mengetahuinya sebagai pergi.

Mengapa? Karena aku ingin tahu.....

"apa yang akan kau lakukan begitu tahu aku telah pergi?"

"bagaimana perasaanmu setelah mengetahui aku telah pergi?"

"dan apa yang ada dipikiranmu begitu mendengar berita kepergianku?"

Baiklah, aku berhenti.

Aku berhenti saja, sayang.

Aku telah mendapatkan jawaban atas pertanyaanku, meski tanpa kau ucapkan.

Kini... Sudah kudapatkan jawabannya.

Senang mengenalmu.

Aku tidak marah.

Tidak juga benci.

Perihal memilikimu, mungkin aku yang terlalu egois. Karena ini hanya tentang keinginanku dan bukan keinginanmu.

Meski tak sempat memilikimu, tapi karenamu, aku berkesempatan untuk memiliki bahkan dimiliki oleh orang lain.

Terima kasih.

AKU MENJADI SANGAT SIBUK UNTUK TERTAWA KARENA LELUCON KONYOL YANG DIBUAT OLEH ORANG YANG BUKAN KAMU

Saat itulah aku mulai menyadari, aku dapat berbahagia meski kau bukan lagi alasanku untuk berbahagia.

Oh iya, ada kabar baik serta kabar buruk yang perlu kau simak.

Kabar apa yang ingin kau simak lebih dulu? Sepertinya dimulai dengan kabar baik lalu disusul dengan kabar buruk menjadi pilihan yang bagus.

Kabar baiknya... Aku sangat menyukaimu. Kabar buruknya... Tapi aku sedang berusaha mati-matian melupakanmu.

Untuk kata "maaf" yang kau kirim pagi tadi untukku, sebetulnya itu tidak perlu.

Karena kau SELALU kumaafkan.

Kau baru mengetahui lukaku ini kan?

Tidak apa-apa. Ini kesalahanku karena tidak pernah memberitahumu.

Entah mengapa,

aku merasa semakin mahir dalam hal menyembunyikan luka.

Untuk yang terakhir

aku tak akan berharap yang macam-macam, Hanya saja, hiduplah dengan baik dan semoga pergiku mengajarkanmu sesuatu.

Pictures by: @cosmically @nicotineaddixt @awakeninng @softpastels @alovewithnature #stellerid #poems #stellerstories #creative #sajak #cerita #stellerindonesia

1/42