YANG PERGI

PEYEMPUAN

Tidak ada satupun orang yang ingin berpisah dengan seseorang yang didambakannya. Kita bicara soal cinta, tentang hubungan dua manusia dan komplesitas perasaannya Tak usah malu-malu bicara cinta, nelangsa dan luka-luka. Kecuali kau batu dan sejenisnya.

Seperti sepekan lalu kita tahu sama tahu bahwa yang bertahan di sisimu belum tentu mencintaimu. Yang satu selimut denganmu bukan berarti kaulah yang menyelimuti hatinya. Orang-orang hanya sedang bertahan pada apa yang sudah terlanjur mereka jalani (meski kemungkinan bahagia ada di samping mata)

Dan, di cerminnya adalah serupa. Kekasih, belahan jiwa, pacar atau pasangan yang melangkah memunggungimu tak selalu tak mencintaimu. Keputusan berat ini kadang harus diambil demi menyelamatkan banyak hal, tak melulu soal kita.

Memang ada yang tidak bisa kita paksakan sehebat apapun perasaan. Seperti, kala harus memilih orang tua atau kekasih, perbedaan keyakinan dan beberapa prinsip (tiap orang berbeda) yang tidak bisa dibenturkan. Atau yang dicinta sudah punya yang tercinta. Memaksa itu menyiksa.

Kok?

Bukankah kalau benar-benar cinta, hal-hal itu bisa ditebas? Persoalan bisa, kenapa tidak? Tentu bisa. Tapi setelah menebas pembatas-pembatas, ada berapa jiwa yang meranggas? Memaksa itu luka.

Belum lagi, mereka yang sepenuh hati tapi tak dihargai. Ada yang setia tapi dikhianati. Ada yang menunggu tapi tak pasti-pasti. Ada juga yang merasa rendah diri tak sampai hati. Mereka sudah mencoba tapi waktu, sang hakim yang menentukan semuanya.

Sampai akhirnya perenungan membawa kita untuk menempuh arah mata angin berbeda. Yang searah belum tentu serasa. Yang berlawanan arah belum tentu dalam amarah. Memaksa bersama hanya menunda luka-luka yang bersembunyi dibalik kelihatan bahagia.

Mundur, menjauh, melangkah pergi adalah sikap yang harus ditempuh dengan kepala tegak, walau dengan hati tersedak. Bukan tak ada lagi perasaan tapi memang ada hal yang tak bisa dipaksakan.

Dan kita sampai pada "Mencintai tak harus memiliki" Quote klasik yang membingungkan banyak otak. Padahal kita hanya perlu membedakan mana suka, mana cinta. Suka identik dengan memiliki sedangkan cinta tidak. Bagiku, memang begitulah hakikat cinta, kita boleh berbeda soal ini, bukan masalah.

"Yang pergi darimu, belum tentu tak mencintaimu. Sebab, bisa saja berkat doanyalah kau menemukan tambatan hati yang sekarang tengah memelukmu"

Bisa saja, kan?

LOVE, SHARE & FOLLOW! :) #cerpen #puisi #poems #sajak #puisi #stellerid #artwork #creative

Twitter: peyemp IG: peyempuan FB: peyempuan blog: peyempuan youtube: peyempuan steller: peyempuan snapchat: peyempuans Line: @NIT7021G artwork by IG: @garfield_worayada, @cicholazard, @sashalovesartt cover by wehearit.com

Ngabuburit sambil hunting buku PEYEMPUAN NELANGSA Yuk! Sudah rilis di toko buku kesayangan kamu.

1/19