Menurut para romo yang pernah bertugas

ALGONZ

PENDAHULUAN

Memperingati Hari Ulang Tahun Paroki St. Aloysius Gonzaga yang ke-30 tahun ini (21 Juni 2016), kami mewawancarai para Romo yang selama ini pernah berkarya bersama kita di Paroki tercinta ini. Kami mengirimkan ke masing-masing Romo tiga pertanyaan, setelah sebelumnya mereka menyatakan kesediaan untuk kami wawancarai.

Sedikit surprise, bahwa di tengah kesibukan, mereka masih menyempatkan diri meluangkan waktu untuk mengenang kembali kebersamaan dengan umat Algonz, juga mengungkapkan harapan-harapan mereka untuk kemajuan Paroki kita yang, bila disamakan dengan usia manusia, telah mencapai tahap ‘mature’/matang.

Maka, berikut ini kami sajikan hadiah istimewa bagi kita semua yang dipersembahkan 7 orang Romo yang berhasil kami wawancarai,

RD. Yosef Eko Budi Susilo

Umat Algonz itu…. Rata-rata suka membaca buku rohani. Dinamikanya tinggi, semangat untuk belajar hal-hal baru. Terbuka terhadap pendapat orang lain.

Untuk menuju pada visi Algonz, yang perlu dilakukan/diperbaiki oleh umat Paroki…. Sekarang visi Algonz = visi Gereja Keuskupan Surabaya. Untuk mencapai visi harus ketat melaksanakan ARDAS. Tapi bisa juga diambil, misalnya, menjadikan iman umat semakin dewasa, atau guyub.

RD. Yosef Eko Budi Susilo

Yang paling berkesan selama bertugas di Algonz? Umat Algonz sangat mudah dijelaskan (=diberi penjelasan—red). Atau umat Algonz mudah memahami hal-hal baru.

RD. A. Hans Kurniawan

Umat Algonz itu…. Hidup dan selalu “bergerak”.

RD. Aloysius Hans Kurniawan

Untuk menuju pada visi Algonz, yang perlu dilakukan/diperbaiki oleh umat Paroki…. Visi Algonz = ARDAS. Untuk itu, umat perlu belajar untuk guyub; bergerak bersama untuk melakukan karya kasih, meminimalisir konflik yang tidak perlu (harus lebih banyak waktu untuk karya nyata daripada konflik yang sia-sia), membuat gereja (paroki) menjadi tempat yang menyelamatkan bagi semua umat.

Yang paling berkesan selama bertugas di Algonz? Saat moment renovasi gereja. Ide awal adalah renovasi gedung gereja. Namun proyek itu bisa menyatukan banyak pihak yang selama ini berkonflik. Maka moment itu sebenarnya adalah renovasi Gereja (umat). Gedung gereja jadi bagus, umat jadi lebih guyub.

RD. Ilidius Yosef Sumarno

Umat Algonz itu…. Dinamis, semua ikut menggereja dan memasyarakat, tidak ada yang pasif, ya paling-paling satu, dua, tiga, empat..... Pokoknya aktif dalam kegiatan menggereja (dan masyakat).

Untuk menuju pada visi Algonz, yang perlu dilakukan/diperbaiki oleh umat Paroki…. Umat itu diajak guyub, rukun dan penuh pelayanan dalam membangun dunia baru. Yang “tinggi-tinggi” itu nanti, yang penting: bersama-sama membangun dunia baru, bermasa-masa dan tidak sendiri-sendiri. Akhirnya sampai menjadi "terang dan garam" dunia. Lihat ke atas atap Gereja Algonz (ada lambang garam dan terang dunia—red.)

Yang paling berkesan selama bertugas di Algonz? Semua mengesankan, semua menarik hati, terlebih ibu-ibu....ibu-ibu yang melayani umat, melayani saudaranya tanpa pamrih. Juga bapaknya, kerja keras berkarya bagi sesama. Ya saya kira itu. Selamat HUT Algonz. Tuhan memberkati.

RD. Antonius Padua Dwijoko

RD. Antonius Padua Dwi Joko

Umat Algonz itu…. Dinamis, militan, dan terus belajar...

Untuk menuju pada visi Algonz, yang perlu dilakukan/diperbaiki oleh umat Paroki…. Imamnya terus mengembangkan communio ministerialis (persekutuan demi pelayanan). Umat terus mempertajam sentire cum ecclesiae (cita rasa hidup menggereja).

Yang paling berkesan selama bertugas di Algonz? Peran awam yang terus berkembang...

RD. FX. Hardi Aswinarno

Umat Algonz itu…. Super-aktif, mempunyai tradisi devosi yang bagus, mis: Umat yg hadir pada misa harian banyak, terdiri dari yang tua, paruh-baya, orang muda, bahkan hampir selalu ada putra-altar yang melayani. Ini luar-biasa loh. Banyak program-program pembinaan yang bagus, dan juga sangat menonjol semangat dan aktifnya para awam yang melakukan dialog antar agama terlebih dengan tokoh-tokoh dan umat Islam.

Untuk menuju pada visi Algonz, yang perlu dilakukan/diperbaiki oleh umat Paroki…. 1. Semakin banyak anggota DPP Pleno dan BGKP, semakin mendalami olah-rohani terlebih mengembangkan kemampuan Meditasi, refleksi dan kemampuan melakukan Pembedaan Roh (Spiritual Discernment). Hal ini penting untuk tetap bisa rendah hati, mengolah reaksi spontan, terus belajar dan bertobat.

2. Terus menerus mensinergikan aktivitas kerasulan yang sudah hebat dengan Arah-Dasar Keuskupan, Pedoman Pastoral, dan mendekat pada Para Pengurus Bidang di Keuskupan.

Yang paling berkesan selama bertugas di Algonz? Kecintaaan umat, DPP+BGKP pada para romonya, wujudnya banyak sekali dari Triduum menjelang Ultah Imamat Romo, mengajak makan kalau romo stress atau terbebani terlalu banyak tugas, dll. Pendeknya terasa sekali sense of belonging-nya pada kebahagiaan dan kesejahteraan romo.

Berkesan kedua: ada beberapa program paroki Algonz yang bisa menjadi model bagi paroki-paroki lain: mis: kerapian dalam mengorganisasi berbagai kegiatan.

RD. A. Kurdo Irianto

Umat Algonz itu…. Kalau yang sekarang saya tidak tahu. Sejak awal Rm. Uroto membentuk dan mengembangkan umat Algonz selaras dengan Konsili Vatikan II, hadir dan terlibat di dalam masyarakat. Maka Rm. Uroto mengambil garam dan terang dunia sebagai arah kehidupan paroki. Bagaimana sekarang itu dikembangkan, maaf saya tidak tahu.

Untuk menuju pada visi Algonz, yang perlu dilakukan/diperbaiki oleh umat Paroki…. Umat akan mengikuti para pemuka umat. Soal visi adalah soal penggembalaan (kepemimpinan/leadership). Maka jika ditanya itu, jawabnya adalah bagaimana para imam dan pemuka (gembala) umat menyatukan hati dan langkah untuk menggerakkan umat. Maka apakah visi itu masih menjadi visi bersama para gembala umat?

RD. A. Kurdo Irianto

Yang paling berkesan selama bertugas di Algonz? (Umat Algonz itu) teguh dalam iman, kritis, terbuka untuk menanggapi keprihatinan masyarakat, terbuka untuk berkomunikasi dengan siapa pun.

RD. Martinus Damar Cahyadi

RD. Martinus Damar Cahyadi

Umat Algonz itu…. Mempunyai dinamika kegiatan yang tinggi, ada banyak minat dan kelompok yang terus berkembang.

Untuk menuju pada visi Algonz, yang perlu dilakukan/diperbaiki oleh umat Paroki…. Persekutuan bukan titik pemberhentian, tetapi perlu dan harus diusahakan terus-menerus, perlu belajar dari Tahun Kera-himan sehingga pengampunan yang memberikan budaya kehidupan bisa makin dirasakan oleh semuanya.

RD. Martinus Damar Cahyadi

Yang paling berkesan selama bertugas di Algonz? Persekutuan umat beriman, yang diwujudkan juga dalam perhatian dan solidaritas kepada yang lain.

"DIRGAHAYU Paroki St. Aloysius Gonzaga ke-30"

Share This Story
  • HidayatTj

    Romo Nano nya kog ndak ada?

  • algonz

    Terima kasih pak Hidayat, memang ini khusus untuk para romo yang sudah tidak di Algonz lagi.

get the app