#PrayForSubang

Banjir Bandang Subang

Musibah itu datang tiba-tiba Tanpa pernah kita ketahui Apa penyebabnya Kapan waktunya...

Kami berangkat dengan misi menyampaikan bantuan dari teman-teman semua... Melalui Kelas Inspirasi Alumni SMAN 1 JALANCAGAK untuk warga Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Serah Terima Donasi

Donasi berupa transfer tunai kami terima sebesar Rp. 3.400.000, - yang kemudian disalurkan melalui 2 sesi. Sesi pertama disalurkan oleh Teh Eva Kania Purnasiswi (Bidan Desa sekaligus Anggota KIA). Sembako senilai Rp. 2.400.000, - Sesi kedua disalurkan oleh Rika Ekawati (Saya selaku perwakilan KIA) . Sembako senilai Rp. 1.000.000, - dan sumbangan pakaian baru, pakaian bekas layak pakai sebanyak 15 karung dan makanan instan.

Pemandangan sepanjang perjalanan

Kami menempuh jarak PP 5 Kilometer Dengan Berjalan Kaki untuk menuju lokasi bencana terparah dari posko terdekat tempat kami memarkir kendaraan kami.

Korban Tewas berjumlah 6 orang Belasan orang terluka parah dan hampir 400 orang warga terpaksa diungsikan...

"Ya Allah berkahi kami dalam musibah ini dan semoga Engkau berkenan untuk menggantinya dengan yang lebih baik"

Aamiin

Mesjid yg masih utuh meski rumah dan bangunan dibelakangnya hancur tak bersisa...

Kondisi rumah yg jebol, padahal lokasinya persis disebelah mesjid yg masih utuh..

Salah satu pemandangan yang menakjubkan adalah kondisi sebuah mesjid yang berlokasi persis sebelah aliran sungai yang menjadi pemicu terjadinya banjir bandang. Namun masjid ini masih utuh berdiri, bersih tanpa lumpur sedikitpun. Padahal rumah-rumah dibagian belakang hancur tak bersisa. Rumah dibagian bawah dan atas mesjid jebol dan banjir lumpur dimana-mana.. Subhanallah

Lokasi bencana

Proses pelebaran sungai menggunakan alat berat

Kemacetan menuju lokasi bencana

Ironi

Negeri ini kadang memang membuat saya tak habis pikir... Kemacetan di lokasi bencana ini sangat disayangkan dengan penyebabnya yg sederhana... Membludaknya "animo" masyarakat yg ingin meninjau langsung lokasi bencana. Berbondong-bondong, bermobil-mobil, banyaknya komunitas datang untuk konvoi menuju lokasi. Padahal kondisi jalan masih licin dan berlumpur. Dengan sore hari yg masih diguyur hujan.

Sungguh Ironi.. Ketika menjadikan lokasi bencana seolah "tempat wisata" untuk sekedar "selfie"? Kasihan sekali para petugas dilapangan yg kerepotan. Para relawan dan warga yg terganggu dengan kerumunan "tamu" yg datang hanya untuk "menonton" dan berfoto. Kemudian pergi. Beberapa konvoi motor besar yg bahkan menggunakan patwal untuk sukses memacetkan jalan kecil satu lajur.

Sebenernya yg diijinkan untuk sampai ke lokasi bantuan hanya petugas atau donatur yg membawa sumbangan. Itupun dengan catatan, sudah menguasai medan. Atau dititip saja di posko. Atau ambulance dan aparat seperti TNI dan Polri saja yg diperbolehkan untuk menuju TKP dengan mobil 4WD.

Lihatlah pelajar-pelajar bersekop ini

Atau siswa-siswa SMA yg memilih memanggul aqua untuk relawan...

Pelajaran Berharga

Bagi saya, ini adalah pelajaran berharga... Bagaimana kita seharusnya bisa lebih baik terhadap alam.. Bagaimana kita, seharusnya bisa menanamkan adab, bahkan di wilayah bencana sekalipun...

Mau berpartisipasi boleh... Tapi dipertimbangkan lagi, alangkah lebih baiknya jika hanya perwakilan saja yg berangkat, tidak perlu semua terlibat. Atau bisa juga melalui badan atau lembaga penyalur bantuan setempat. Atau bahkan melalui aparat.

Semoga saudara-saudara kita diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini...

Terima Kasih Kepada Seluruh Donatur yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana bantuan korban banjir bandang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang Jawa Barat Jazakumullahu khairan katsiran

Video credit: Rosgana DISTARKIMSIH Kabupaten Subang

Terima Kasih telah berkunjung 🙏 Akun Instagram: @rikaekawati #StellerStories #StellerID #Musibah #BencanaAlam #BanjirBandang #Exploresubang #Disaster #PrayForSubang #SubangBerduka #Indonesia #Nature

Share This Story

    Autoplay:

    get the app