Menyusuri Siva Plateau

21.05.16

MENYUSURI SIVA PLATEAU MENJEJAK TANAH DEWA Album ini merupakan cerita perjalanan kami saat berjalan kaki menyusuri dataran tinggi Siva, di selatan Prambanan. Perjalanan ini mencoba mengajak peserta merasakan cara para peziarah tempo dulu menuju candi-candi.

Kami memulai perjalanan di pagi hari dan mengakhirinya di sore jelang malam. Ada banyak hal yang kami lihat selama perjalanan. Aktivitas pasar menurut kalender Jawa, perubahan lanskap, aktivitas penambangan, candi-candi, reruntuhan candi, arca yang tersembunyi, dan sebaran batu-batu yang diindikasikan sebagai bagian candi.

Sebelum memulai perjalanan kami memberikan gambaran aktivitas yang akan dilakukan dalam petualangan ini. ........ Kisah singkat mengenai Kerajaan Mataram Kuno dan kaitannya dengan sebaran candi di kawasan ini kami ceritakan sebelum memulai perjalanan.

Petualangan pun dimulai...

Tempat yang pertama kali kami kunjungi ialah Pasar Legi. Di sini sapi menjadi komoditas yang diperjualbelikan. Ada cara tersendiri untuk para pembeli dan penjual bertransaksi. Biasanya mereka akan menggunakan kode uang koin untuk menyepakati harga. Selain sapi, kami juga melewati pasar kambing.

Di Candi Sojiwan kami memberikan kisah singkat mengenai sejarah dan fungsi candi.

Kami mengajak peserta untuk mengamati detail relief melalui sebuah aktivitas sederhana. Berharap agar relief dan cerita tentangnya bisa tersimpan lebih lama di dalam ingatan.

Usai mengamati tiap relief, giliran Kukuh memaparkan kisah di balik tiap relief.

Kemudian peserta diajak untuk mengenali berbagai bentuk mahluk yang ditemui pada makara Candi Sojiwan.

Kami pun tiba di situs Ganesha. Sendiri di tengah rimbun pepohonan. Arca ini memunculkan banyak pertanyaan. Mengapa ia menyendiri di sana? Siapa yang memahatnya? Bagaimana sang arca bisa tiba di lokasi ini?

Tibalah kami di Situs Dawangsari. Di sini kami mengenalkan profesi juru susun batu candi. Mereka adalah para ahli dalam mencari, menyocokkan dan menyusun batu puing candi. Profesi "steller" yang kian langka ini seringkali terlupakan dalam kisah tentang candi-candi.

Beginilah cara menyusun batu candi. Tiap batu yang telah menemukan pasangannya, diberi tanda.

Perjalanan dimulai lagi. Kami melewati telaga, mendaki bukit, berjalan di bawah rimbun pepohonan, hingga akhirnya tiba di tempat penambangan batu breksi Ijo. Di sini kami melewati sisi utara tebing breksi yang masih ditambang. Kami memandangi sisa penambangan dari atas. Begitu cepatnya perubahan bentang alam di sini karena alasan kepentingan ekonomi.

Mengaso sejenak dari teriknya matahari...

Mengambil gambar Candi Barong yang tampak nun jauh di kaki bukit...

Melewati sisi utara bukit breksi, di mana masih terdapat aktivitas penambangan.

Memandang miris sisa bukit breksi yang habis ditambang.

Berinteraksi dengan Pak Giarno, warga lokal, yang berkisah tentang lanskap bukit yang telah jauh berubah dari masa beliau kecil.

Sebentar lagi kami tiba di situs Sumur Bandung. Kami melewati jalan setapak di antara rerimbunan pohon di tengah hutan. Kami pun berhenti beberapa saat untuk mengaso dan bersenda gurau. ........ Di Sumur Bandung kami mengaso, bahkan merebahkan diri, sambil bertukar cerita tentang situs ini.

Sebelum meninggalkan Sumur Bandung, kami pun menyempatkan untuk berfoto bersama. Lihatlah wajah-wajah lelah yang tetap ceria 😀.

Kami melangkah melewati jalur menanjak di tengah hutan, ditemani irama tonggeret serta kupu-kupu yang menari di depan mata. ........ Dan akhirnya...kami pun tiba di Candi Ijo, candi di lokasi tertinggi di kawasan 'Siva Plateau'.

Akhirnya, kami tiba di Candi Ijo...🙌

Di bawah pohon talok, di area Candi Ijo, kami pun membuka bekal. Campuran jus buah beku yang telah sedikit mencair menjadi penyegar di siang hari. Buah kesemek, jeruk bali, pisang raja, jeruk serta arem-arem nasi merah jadi menu makan siang kami.

Seperti biasa, kami berupaya membawa bekal yang minim sampah.

Usai melepas dahaga & lapar, kami pun melanjutkan kegiatan mengeksplorasi Candi Ijo.

Menunjukkan keunikan yoni di Candi Ijo.

Mengeksplorasi beberapa teras di Candi Ijo.

Akhirnyaaa...kami bersua dengan air kelapa muda yang didamba selama perjalanan menuju Candi Ijo.

Lihatlah wajah-wajah bahagia kami setelah meneguk es kelapa muda 😁.

Kami tiba di Candi Barong tepat sebelum senja. Ah, saatnya melepas lelah dan berbagi tawa akan petualangan yang baru saja kami lewati. ........ Di penghujung waktu, kami sempatkan bermain di sini. Mengulang berbagai kisah dan keunikan situs yang telah disambangi. Agar ada satu-dua hal yang tetap teringat di dalam benak.

Tim ibu & anak yang begitu riuh saat mengerjakan teka-teki 😁.

Hari telah gelap. Tanda kami harus kembali pulang. Walau Banyunibo & Ratuboko tak sempat disambangi, tapi perjalanan hari ini begitu penuh cerita dan canda. Hati pun riang usai berpetualang bersama kawan-kawan baru 😀.

Jaladwara

fb : wisata arkeologi jaladwara ig : @jaladwara web : www.jaladwara.com #stellerid #stellertravel #sivaplateau #walkingtrip #arkeologiindonesia #situsarkeologi #yogyakarta

Share This Story

Autoplay:

get the app