DIENG

Lengger Pelipur Lara

Sebagai bentuk ekstistensi tarian tradisional yang sudah berusia sepuh, tari lengger masih mampu memberikan pertunjukan yang menghibur para pemirsa setianya.Tari ini berawal dari cerita Dewi Galuh Condro Kirono, putri dari Prabu Lembu Ami Joyo yang me­ninggalkan Kerajaan Jenggolo Manik akibat selir raja yang tak suka dengan perjodohan sang putri dengan Raden Panji Asmoro Bangun. Dalam pelariannya, Dewi Galuh Condro Kirono menyamar sebagai penari lengger.

Mbah Solhani mengeluarkan topeng beragam tokoh yang akan digunakan saat pertunjukan tari lengger. Setiap Selasa dan Jumat Kliwon dalam penanggalan Jawa, sesajen diletakkan di dalam ruang sederhana tempat menyimpan topeng serta alat yang dipakai dalam pertunjukan tari lengger. Jika tak dilaksanakan, topeng-topeng ini "suka rewel".

Dibantu berhias oleh Misno Hardianto, Sukur Pamuji memandangi wajahnya lewat kaca. Tokoh yang dilakoni saat tari lengger memengaruhi gaya bersolek dari masing-masing penari. ••••• Alat kosmetik yang digunakan untuk semua penari lengger.

Empat puluh macam sesajen disiapkan sebelum pertunjukan tari lengger. ••••• Mbah Solhani memercikan topeng barong dengan air kembang yang sudah dibacakan mantra.

Penonton yang mayoritasnya berasal dari desa di sekitar Dieng antusias menyaksikan tari lengger.

Menggunakan cambuk yang ujungnya digantungi kretek, Mujiono berusaha menenangkan salah seorang penari yang sedang kerasukan.

Berdiri di atas bahu Sukur Pamuji, Chofiyati mempertunjukkan gondang keli sembari membawa boneka bayi dan payung. Dalam suatu pertunjukan, penonton menitikkan air mata karena kisahnya nan pilu. ••••• Musik dari gamelan dan lantunan syair para sinden semakin memperkuat jiwa dari setiap gerakan yang ditampilkan para penari.

Ada sekitar 120 topeng yang digunakan dalam tarian lengger. Ini hanya sebagian kecil dari ragam topeng dengan karakter berbeda yang digunakan dalam setiap pertunjukan. "Jika ingin menampilkan semua topeng saat pertunjukan tari lengger, dibutuhkan waktu berhari-hari untuk menyudahi tarian ini," ujar Mujiono.

Teks & foto oleh Yunaidi

NATIONAL GEOGRAPHIC TRAVELER INDONESIA Kunjungi kami di Twitter, Facebook, & Instagram #stellerid #stellertravel #dieng #lengger #wonderfulindonesia #ngtravelerid

Share This Story

Autoplay:

get the app