SANG PEMULA

Tiada hari tanpa BERSYUKUR

"Pohon yang kita tanam berbuah, mekar, berkembang; sehingga menjadi berkat yang bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang" (Jakob Oetama, 2010)

Kehadiran Kompas Gramedia

Tak lepas dari sejarah panjang demi mencapai cita-cita mulia mencerdaskan bangsa & hadir untuk membangun karakter insan manusia.

Petrus Kanisius Ojong atau Auwjong Peng Koen Lahir di Bukittinggi, 25 Juli 1920.

P.K. Ojong mempelajari jurnalistik pada tahun 1946, ketika beliau bergabung dengan Star Weekly, sebuah majalah untuk komunitas Tionghoa-Indonesia. P.K. Ojong memulai kariernya sebagai kontributor dan akhirnya menjadi redaktur pelaksana hingga Star Weekly dibubarkan pemerintah karena ulasan luar negeri yang ditulis P.K. Ojong dinilai mengkritik kebijakan pemerintah.

Jakob Oetama, lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931.

Awal tahun 1960-an merupakan tahun yang menjadi pintu masuk Jakob Oetama untuk berkembang dalam dunia jurnalistik. Beliau berkenalan dengan P.K Ojong yang akhirnya bersatu menjadi rekan satu tim dalam pengurusan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia.

Inilah langkah awal Sang Pemula, yang kemudian menjadi jaringan bisnis raksasa Kompas Gramedia (KG).

Majalah Intisari, edisi pertama 17 Agustus 1963

Berkiblat pada Reader’s Digest Amerika, Majalah Intisari berusaha menyajikan berita-berita yang intelek dan kompeten yang diharapkan membawa pengaruh positif bagi dunia pengetahuan Indonesia. Sukses mengasuh Majalah Intisari sejak tahun 1963, dua tahun kemudian Jakob Oetama beserta P.K. Ojong dan rekan-rekan lainnya mendirikan surat kabar harian yang diberi nama Kompas.

LiLiek Oetama CEO Kompas Gramedia

Tiada kebanggaan yang lebih besar selain ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kompas Gramedia, untuk Indonesia yang lebih baik #steller #stellerid #kompasgramedia #sangpemula #pkojong #jakoboetama

Share This Story
get the app