Kisah

Bagian Dua

"Aku ini bukan Tua. Tapi -Vintage-" Ucapmu pelan. Ahahaha "Sama Saja!", pikirku.

"Tidak, Kau carilah aku -di jamannya- dan mungkin menemukanku dibeberapa dekade -kemudian - Tetap sama. Dengan nilai yg berbeda, jauh lebih berharga."

Sialnya, kau benar. Sayang sekali... Aku pernah -sudah- melewatkanmu...

"Hati tak menyimpan apa-apa. Hati hanya mengalirkan. Tapi otak merekam segalanya." -Dee-

Percayalah, aku tak ingin bersamamu hanya karena takut sendiri.

Kau lebih baik -Tidak- untuk alasan itu.

Tapi menyampaikannya tanpa ba-bi-bu mana dimengerti...

Masih Saja... Masih didalam sana... Kembali pun tak bisa mengambil apa-apa dari masa lalu...

Tidak kau Tidak juga kata-kata itu...

Kita tak pernah memulai apa-apa. Berjanjilah untuk tak pernah memulai untuk bicara.

Persahabatan ini rahasia kita. Selamanya.

Diam adalah bahasa kita. Menulis adalah cara kita bicara. Dengan begitu, kau dan aku menjadi kita.

Teruntuk, Kenangan yang pernah berkata...

"Aku anak kemarin dihari esok"

Kamu

Terima kasih untuk segala cinta... Terima kasih untuk tetap setia...

Terima kasih telah berkunjung, Gallery lainnya : Instagram: @RikaEkawati #StellerID #StellerPoem #StellerStories #StellerPoetry #StellerVintage #StellerClassic

Share This Story

    Autoplay:

    get the app