Soliloqui Senja

Sunset Soliloquy

P R O L O G: langit ialah kemerdekaan, tapi hanya dengan senja seseorang memahami kebebasan

PEREMPUAN YANG MENCINTAI SENJA

Di Jakarta, senja seperti nasib baik yang tak semua orang bisa mendapatkannya

Ketika dari jendela apartmentnya di lantai 17 perempuan itu melihat senja, ia pun begitu bahagia. Tak setiap saat ia melihat senja. Senja baginya selalu menjadi hadiah indah. Senja yang biasa-biasa pun. Apalagi yang begini megah. Senja membuatnya merasa dicintai. Ia teringat, selalu teringat, pada suatu senja saat kanak-kanak. Ibunya me-ngajak ke pantai. Mereka berdua ber-larian, jenjak di pasir terhapus lidah ombak. Seperti ada yang dihapus waktu.

Lalu senja itu tiba. Senja menakjubkan yang pertama kali dilihatnya. Entah berapa lama ia hanya berdiri melongo menatap senja, sampai ia menyadari Ibunya berdiri menahan isak tak jauh darinya. "Mari pulang, Nak. Sebentar lagi gelap."

Ia ingin bercerita tentang senja yang dilihatnya, tapi tak menemukan Ayah-nya di rumah. Bahkan sampai malam, Ayah tak muncul. Juga hari-hari setelahnya. "Kemana Ayah, Bu?" "Pergi. Mencari senja." "Kapan pulang?" "Yang mencintai senja, sering kali lupa jalan pulang."

Sejak itu senja tak lagi sama. Senja bu-kan warna. Bukan sekedar langit ke-merah-merahan kuning keemasan de-ngan segala kemegahan kemuraman atau kesenduannya yang mendebarkan

Seperti ada yang menunggunya. Me-natapnya antara gelap terang, cahaya dan bayang-bayang. Melambai entah untuk apa. Isyarat yang tak kunjung mampu ia tafsirkan apa maknanya.

Ia merasa mendengar bisikan senja:

Sebelum geletar cahaya terakhir, sebelum segalanya menjadi getir, senja selalu terasa serupa takdir

Ia merasa senja ingin selalu bercerita padanya. Kadang ia membayangkan: senja adalah cangkang telur, dan ada sesuatu yang sebentar lagi menetas. Saat kanak, sejak ia tak lagi melihat Ayah, ia suka duduk memandang keluar jendela menunggu senja menghampirinya. Ibu tak suka, karena itu dianggap berbahaya buat matanya. Candikala. Senjakala. Sebab senja datang bersama para mambang, dedemit yang melayang-layang dalam remang, juga hantu-hantu yang akan mencukil matamu.

'Pejamkan saja matamu, dan kau akan melihat yang tak dilihat matamu. Kein-dahan bukanlah apa yang kau lihat, ta-pi yang menyentuh dan tumbuh dalam perasaanmu.' Bisikan itu seperti usapan lembut yang membuat kelopak matanya terkatup. Ia kemudian mengerti kenapa senja bisa dilihat oleh mata yang buta. Ia pernah membaca cerita seperti itu:

SENJA DI MATA YANG BUTA

"lebih merah mana, senja ataukah luka yang kau sembunyikan sekian lama"

Pernah didengarnya senja bercerita tentang "Raja yang Tak Bahagia". Tak ada yang tak dimiliki di kerajaan-nya. Tak ada yang tak digenggam da-lam kekuasaannya. Ia dihormati karena kebijaksanaaanya. Ia dikagumi karena keagungannya. Satu-satunya yang menggelisahkan raja: ia tak bisa bahagia. Betapa ingin ia memiliki sesuatu yang bisa membuatnya bahagia

Lalu seorang bijak pengembara menyampaikan pada Raja, "Nun, di Negeri antara terang dan bayang-bayang, ada perempuan buta yang menyimpan senja dalam matanya. Konon, perempuan itu diam-diam melihat keindahan surga, hingga matanya buta. Yang terakhir dilihatnya dari surga itulah yang terekam dalam matanya. Siapa pun akan terpesona oleh kebahagiaan setiap melihat mata perempuan buta itu."

Prajurit segera membawa si perempuan buta. Dan Raja gemetar menyaksikan senja dalam mata yang hitam itu.

Dilihat bermacam senja yang tak ada habis-habisnya melampaui apa pun yang selama ini dirasakannya.

Maka, diam-diam, Raja menitahkan agar mata perempuan buta itu dicukil. Raja ingin matanya diganti dengan mata perempuan buta itu, agar ia menjadi satu-satunya yang bisa menikmati senja selama-lamanya. Kau tahu, apa yang terjadi setelah Raja memakai mata perempuan buta itu? Ia tak melihat apa-apa...

Para penguasa bisa menguasai apa pun, tapi tak bisa memiliki senja sendirian Senja keindahan yang dibagikan

Ia tahu senja semakin lengkap bersama kekasih

Telah ia saksikan senja yang bagai kesenduan

Senja sekelabu rindu

Senja yang kehilangan burung-burung

Sebab duka seumpama burung terbang ke langit lain atau yang mungkin

Senja yang bukan pertanyaan juga bukan jawaban. Senja yang seperti cinta penuh rahasia

hening meditasi senja antara kepak burung dan puncak gunung

Ribuan senja tak terbahasakan yang membuatnya makin mencintai senja. Tentu saja ia tak bisa mengatakan kenapa begitu mencintai senja. Cinta bukanlah apa yang kau katakan. Cinta apa yang kau rasakan tapi tak terkatakan.

lagu "Senja" Monita Tahalea

Kawan-kawannya banyak yang geleng kepala. Seorang sahabatnya bahkan menganggapnya terlalu obsesif. "Aku tak pernah mengerti, bagaimana ada yang bisa tergila-gila senja, seperti kamu." "Aku juga tak mengerti, bagaimana ada yang bisa tergila-gila belanja, seperti kamu." "Jangan samain dong!" "Apa bedanya?"

"Oke. Terserah lu deh. Tapi aku tetap tak pernah bisa mengerti bagaimana seseorang mencintai senja sebegitu mendalamnya. Bagi aku, hanya ada dua jenis orang yang mencintai senja seperti itu. Pertama, orang yang hidup dalam kenangan. Kedua, orang yang tidak bahagia." "Sialan!!" Kami berciuman.

Senja, Vespa, dan ciuman pertama

Saat kau lihat senja ingatlah aku yang diam-diam mencintaimu

Perempuan itu masih memandangi senja dari jendela apartementnya. Ia ingin merekam dengan matanya sebagaimana perempuan buta merekam keindahan surga yang dilihatnya terakhir kali. Pada saat menejamkan mata, pada saat itu pulalah handphone di meja berbunyi.

Seperti senja, kita memang tak bisa menikmati kebahagiaan setiap saat. Perempuan itu menutup handphone-nya. Dia tak bisa datang. Ada istrinya.

E P I L O G

Senja memar luka di punggung pacar gelap

ada yang tetap tak terkatakan, cintaku, melebihi kesedihan dan kebahagiaan, antara kau dan senja

Aku akan tetap mencintaimu seperti mencintai harapan

TERIMA KASIH

Kepada #KlubPecintaSenja kawan-kawan yang telah mengirimkan semua senja: @purpalart @mirles @cokkysiregar @nenasibaikhati @yosiabertha @pradhita @shasa_mey @JihaJI @taufiqfuadi @adeksony @huda_putra @icchamirza @evafleveniola @rahmapil dll

Maaf...

Untuk yang belum tersebut namanya. Mohon saya dikoreksi bila ada salah penulisan nama. #agusnoor #storyteller #stlellerID #senja #sunset

Share This Story

Autoplay:

get the app