Mengolah BAKAT Menjadi BERKAT

1001 Jurus Agar si Kecil Jadi Orang Hebat

Layaknya mencari harta karun, kita butuh peta, rencana, dan usaha untuk menemukan minat dan bakat anak.

Salah mengenali, proses aktualisasi diri anak akan terhambat.

Berikan kesempatan bagi anak untuk memilih minat dan bakatnya dengan cara membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk mengenali berbagai bidang sebelum mereka menginjak masa pubertas.

Jangan terpaku soal intelegensi saja, sebab anak mungkin memiliki kecerdasan dalam bidang bahasa, logika, matematika, visual-spasial, kinestetik, naturalis, interpersonal atau musikal.

Bakat yang harus dikenali orangtua adalah bakat yang disertai minat. Anak yang berbakat akan rela melakukan aktivitas itu tanpa dipaksa oleh siapa pun atau karena motivasi-motivasi lain.

Permainan apa yang disukai dan paling sering dimainkan anak bisa jadi salah satu indikator orangtua mengenali bakat anak.

Masa keemasan anak untuk memilih minat dan bakat adalah pada usia remaja (13-14 tahun) saat ia mengalami pubertas. Sebelum masa itu, anak cenderung labil dan berubah-ubah.

Proses mengenali bakat anak lumayan panjang, jadi, jangan buru-buru. Seperti memancing ikan, kadang butuh kesabaran dan umpan yang tepat.

Teks: Tika Anggraeni Purba Foto: Bhisma Adinaya, Sabar Basuki Ilustrasi: Reza Aulia Story teller: Ade Sulaeman #StellerID #StellerSmile #Parenting #Kids #Magazines #Indonesia

Temukan ulasan lengkap tentang cara mengolah minat-bakat anak di MAJALAH INTISARI Edisi Mei 2016

Kami juga ada di Web: Intisari-Online.com Socmed: @Intisarionline Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, Vine

Share This Story
get the app