JAKARTA KOTA TUA

The Beauty and Entertainment

Piknik ke Jakarta Kota Tua kembali mengingat sejarah ibukota di masa penjajahan dulu. Bangunan tua dengan desain gaya Eropa yang sangat eksotis. Sumpek dengan bangunan modern yang sehari-hari dijumpai pergi ke Kota Tua cukup menghibur dan memanjakan mata. So come on.

"Ingat Jas Merah. Jangan Sekali Kali Melupakan Sejarah"

Bung Karno

MUSEUM FATAHILLAH Museum Batavia atau Museum Sejarah Jakarta terdiri dari tiga lantai, Di dalamnya kurang lebih terdapat 25.000 koleksi benda bersejarah. Koleksi furnitur yang ada di dalamnya sangat baik perawatannya seperti keramik, meriam, prasasti, dan artefak unik lain yang sudah mengiringi perkembangan kota Jakarta.

STASIUN JAKARTA KOTA Stasiun Jakarta Kota atau yang disebut juga sebagai Beos dibangun pada tahun 1925 dan selesai pada tahun 1929. 91 tahun yang lalu, Stasiun Jakarta Kota dibangun untuk merayakan 50 tahun kereta api di Hindia Belanda. Stasiun ini pernah menjadi yang terbesar di ASEAN pada zamannya. Hingga kini pun, stasiun ini masih jadi yang tersibuk di Jakarta. Stasiun Kota merupakan cagar budaya dan merupakan stasiun paling ujung. Semua tujuan berakhir dan berawal disuni. Bentuk stasiun Kota senada dengan negara Eropa seperti Inggris, Prancis dan Belanda. Dulu disebut Batavia memiliki gaya yang sama yaitu Art Deco.

MUSEUM BANK INDONESIA Dulunya bangunan ini merupakan Binnen Hospital. Namun seiring berjalannya waktu, berdirilah De Javasche Bank pada tahun 1828 yang merupakan cikal bakal Bank Indonesia.

Di balik gedung tua yang ada, terdapat beberapa pedagang kaki lima atau asongan yang menawarkan aneka macam jajanan atau suvenir dan hiburan. Hiburan sederhana dari Pak Tua yang menampilkan kumpulan boneka yang menari dengan menggunakan mesin diiringi musik dangdut. Penonton membayar dengan sukarela dari hiburan yang disuguhkan oleh Pak Tua.

Sepeda ontel disewakan bagi para pengunjung di Kota Tua dengan harga yang cukup terjangkau. Sambil jalan-jalan dan menikmati pemandangan bangunan kuno.

Bukan Hiburan Biasa

Tepat di sebelah gedung Jasindo, terdapat beberapa cosplayer tokoh di era penjajahan Belanda berpose seperti patung dimana pengunjung yang ingin berfoto dengan mereka atau memfotonya membayar dengan sukarela

Gedung museum ini awalnya adalah sebuah gereja yang didirikan oleh VOC pada tahun 1640. Lalu mengalami beberapa perombakan pada tahun 1839 dan digunakan sebagai Museum Batavia yang diresmikan oleh Gubernur Jenderal Belanda. Pada tahun 1975 Museum Wayang diresmikan. Di dalam museum ini disajikan berbagai macam jenis wayang dari seluruh dunia termasuk Indonesia seperti wayang yang terbuat dari kulit atau kayu. Ada juga beberapa boneka dari Thailand, Tiongkok, Eropa, India, dan masih banyak lagi. Cerita mistis yang terdapat di dalamnya jangan tanya. Sudah pasti gedung ini menyimpan cerita mistis. Salah satunya hantu tanpa kepala yang konon perwujudan dari Jan Pieterszoon Coen yang merupakan salah seorang tokoh penting Belanda yang tewas di pancung oleh masyarakat Betawi.

END

Piknik berakhir disini

Share This Story

    Autoplay:

    get the app