infia
1/23

FROM NOTHING TO KING

By: @infia

Siapa sangka Jamie Vardy, sosok pria yang pada 2011 lalu masih bermain untuk klub amatir, kini mampu meraih gelar Liga Premier yang tak pernah diraih oleh Steven Gerrard sekalipun. Jamie Richard Vardy memulai kariernya di dunia sepakbola dengan nasib yang kurang baik. Saat usianya 16 tahun, Vardy sudah harus didepak klub asal kota kelahirannya, Sheffield Wednesday karena dinilai tidak cukup cakap untuk bermain sepakbola.

Namun, penilaian buruk itu malah menjadi motivasi untuknya menggapai mimpi sebagai bintang sepakbola. Vardy kembali memulai langkahnya dengan bergabung bersama klub amatir yang bermain di Sunday League, Stockbridge Park Steels. Tapi, perjalanan karier yang ditempuh pria kelahiran 11 Januari 1987 ini, tak langsung semulus paras Dian Sastro atau Raisa Andriana.

Bermain untuk klub amatir tak begitu menguntungkan Vardy dari segi keuangan. Saat bermain untuk Stockbridge Park Steels pada 2007, Vardy hanya menerima gaji sebesar 30 pounds. Karena gaji tersebut dirasa tak cukup untuk memenuhi kebutuhannya, Vardy akhirnya memiliki pekerjaan sampingan sebagai buruh pabrik. Tiga tahun berselang, Vardy mencoba peruntungan baru dengan bergabung di klub amatir lainnya, FC Halifax Town dan setahun kemudian di Fleetwood Town.

Usahanya pun membuahkan hasil. Vardy akhirnya digaet oleh Leicester City, klub profesional yang kala itu tengah bermain di divisi Championship. Klub berjulukan "The Fox" ini menggaet Vardy dengan mahar 1 juta pounds pada 2012 silam. Harga tersebut merupakan rekor termahal pembelian pemain non-liga.

Pada 2014, Leicester City kembali naik kasta ke Liga Premier dengan bermodalkan materi pemain yang terbilang pas-pasan. Namun, The Fox secara mengejutkan tampil luar biasa dan keluar sebagai pemenang Liga Premier pada musim 2015/2016. Hal tersebut tak lain karena bantuan dari gelontoran gol yang lahir dari kaki dan kepala Jamie Vardy.

Kegemilangannya di Liga Premier sebagai striker yang haus gol mulai nampak saat ia mampu mencetak gol di 11 pertandingan beruntun. Hal itupun yang membuatnya berhasil melewati rekor milik mantan penyerang Manchester United asal Belanda, Ruud Van Nistelrooy yang terhenti di angka 10 pada 2003.

Kehebatannya bersama Leicester City juga membuat Vardy dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Inggris pilihan jurnalis olahraga di negera milik Ratu Elizabeth tersebut.

Pada 21 Mei 2015, Vardy diberi kesempatan untuk kali pertama unjuk kebolehan di timnas Inggris. Sang pelatih Roy Hodgson memanggilnya untuk melakukan debut saat Inggris menghadapi Republik Irlandia dalam laga persahabatan.

Vardy melakoni debutnya dengan "The Three Lions" saat masuk menggantikan Wayne Rooney di pertandingan tersebut.

Sementara itu, gol perdananya di timnas Inggris dicetak ke gawang Jerman pada pertandingan persahabatan Pra Piala Eropa 2016, Minggu (27/03/2016). Pada pertandingan itu, Inggris secara mengejutkan berhasil comeback setelah tertinggal 2 gol dari sang juara dunia.

Juara liga sudah, pemain terbaik sudah, debut dan mencetak gol di timnas juga sudah, kini Vardy tinggal bersaing bersama kompatriotnya di timnas Inggris, Harry Kane dan Sergio 'Kun' Aguero untuk menjadi pencetak gol terbanyak di Premier League. Vardy terpaut 3 gol dari Kane yang sejauh ini sudah mencetak 25 gol.

Itulah sepenggal kisah Jamie Vardy yang menapaki kariernya dari bawah hingga kini ia mencapai kesuksesan berkat kerja keras dan pantang menyerah. Semoga kisahnya bisa menjadi inspirasi buat kamu. 😉

Sumber: dailymail.co.uk mirror.co.uk sportsjoe usatoday Telegraph PremierLeague.com 101greatgoals Foto: Joe.co.uk Musictimes News Group Newspapers Ltd Getty Daily Mirror The Guardian Action Reuters Media.guim.co.uk

#infia #infiasoccer #infiasteller #jamievardy #leicestercity #thefox #steller #stellerid #stellerindonesia #stellerstories #stellerverse

1/22