Semangat Hidup Tak Boleh Redup

Ninok Eyiz

Aku sudah bosan takut. Sudah bosan putus asa.

Tulis Pram di kalimat pembuka.

Memang, membaca buku Pram itu seperti menemukan oase di tengah dahaga.

Di mana-mana aku selalu dengar: Yang benar juga akhirnya yang menang. Itu benar. Benar sekali. Tapi kapan? Kebenaran tidak datang dari langit, dia mesti diperjuangkan untuk menjadi benar.

Pram di tulisan-tulisannya tidak pernah menyuruh kita untuk begini dan begitu. Tapi mengajak kita untuk berpikir. Itu saja.

Perempuan juga selalu mendapatkan tempat. Bukan sebagai obyek tapi sebagai tokoh yang berperan.

Seperti yang Ireng katakan kepada Ranta, suaminya, "kalau aku laki-laki, pak, sudah lama dia kutekuk batang lehernya. Kau yang selamanya baik dipaksa dia jadi pencuri!"

Tak apa-apa. Satu orang kutusuk dengan pisau dapur. Ya Allah. Kita menang, Djali.

Itu yang Ireng bilang kepada Djali, asisten rumahnya saat mereka bersama-sama bertempur melawan gerombolan DI yang menyerbu rumah.

Iya. Tubuh boleh disekap, ditendang, diinjak-injak, tapi semangat hidup tak boleh redup.

Ini ceritaku, setelah membaca Pramoedya Ananta Toer dalam "Sekali Peristiwa Di Banten Selatan".

Selamat membaca :)

@ninokeyiz #buku #books #bookreview #pram #stellerid

Share This Story
  • sraynz

    577th - 2011 Novel tanpa tanda kutip lagi...

get the app